Sejarah Club Bayer 04 Leverkusen

Posted on

 

Belum pernah jadi yang terbaik di Bundesliga Jerman. Tetapi, salah jika lupakan Bayer Leverkusen demikian saja dari kancah sepakbola di Jerman. Berikut 10 hal yang harus dijumpai mengenai Leverkusen:

Leverkusen dibangun lewat surat keinginan Wilhelm Hauschild, yang diberi tanda tangan 107 rekanan pekerjanya, supaya perusahaan tempatnya bekerja — Friedrich Bayern and Co. — membangun club olahraga, di akhir 1903. Keinginan itu diwujudkan 1 Juli, dan 3 tahun sesudahnya seksi sepakbola dibangun dalam club. Pada akhirnya, musim panas 1928 beberapa anggota seksi sepakbola membangun team yang terpisah benar-benar dari club pokoknya. Nama Sportvereinigung Bayer 04 Leverkusen, yang meliputi bola tangan, atletik, dan tinju, mulai diketahui. Seksi senam diketahui dengan TuS Bayer 04 Leverkusen. Ke-2 nya baru berpadu kembali ke 1984.

Leverkusen kerap dicemooh sebab dipandang tidak mempunyai fan base yang fanatik sebab dipunyai oleh satu perusahaan besar yang beroperasi di sektor farmasi. Tetapi, dibalik itu keadaan keuangan Leverkusen benar-benar sehat dan stadion BayArena diketahui selaku stadion yang paling ramah dengan keluarga. Karena background pemilikan itu, Leverkusen dipanggil Werkself (“Team Pabrik”).

Awalnya 2000-an adalah masa keemasan

Tetapi jangan peringatkan musim 2001-02 ke penggemar Leverkusen. Musim itu mereka hampir cetak treble, tetapi tidak berhasil ketika tentukan. Di Bundesliga, sesudah pimpin lima point sampai tiga pertandingan paling akhir, Leverkusen malahan kalah 2x. Rivalnya, Borussia Dortmund, malahan menang lagi hingga keluar selaku juara. Di Piala Jerman, Leverkusen ditumpas Schalke 4-2 di final. Nasib yang serupa dijumpai di final Liga Champions, waktu Leverkusen ditekuk Real Madrid 2-1.

Masih ingat dengan Carsten Ramailow? Pemain albino yang pundak membahu menggalang baris tengah Leverkusen awalnya 2000-an bersama Ballack ini berhasil membuat serasi sama di tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2002. Tetapi, semenjak tampil mengagumkan di panggung paling tinggi sepakbola dunia itu karier Ramailow malah turun. Ramailow pensiun dari tim nasional Jerman tepat saat sebelum Euro 2004. Sekarang, Ramailow, 35 tahun, bermain untuk Leverkusen II yang bertanding di regional liga daerah Barat, sama dengan seksi empat.

Reiner Calmund ialah sosok yang membuat rekam jejak dan prestasi Leverkusen sampai seperti sekarang ini

Habis dipilih jadi manager umum, Calmund giat lakukan pembenahan dengan membawa beberapa pemain terbaik, seperti deretanan pemain bekas Jerman Timur Ulf Kirsten, Andreas Thom, dan Jens Melzig pasca-reunifikasi Jerman; beberapa pemain berpotensi Brasil seperti Jorginho dan Paulo Sergio; sampai pemain senior jenis Bernd Schuster dan Rudi Voller.

Dalam perincian team mimpi yang diatur club 2004 lalu, Ulf Kirsten ialah opsi khusus di baris depan. Sesudah habiskan 13 tahun kariernya bersama Leverkusen, Kirsten menjelma pujaan penggemar. Pemain memiliki tubuh gempal ini tergabung tepat sesudah reunifikasi Jerman pada 1990. Kirsten terdaftar 350 kali bela Leverkusen dan cetak 182 gol. Leverkusen ialah salah satu club Jerman pasca-reunifikasi yang pernah dibelanya. Kirsten menggenggam rekor unik di tim nasional Jerman dengan keseluruhan performa 100 kali yang terdiri dua, 49 kali untuk Jerman Timur dan bekasnya untuk Jerman pasca-reunifikasi. Pensiun akhir musim 2002-03, Kirsten juga berpindah jadi pelatih. Mulai 2006, Kirsten aktif latih Leverkusen II di regional liga daerah Barat.

 

 

Christoph Daum ialah pelatih terlama yang berkarier di BayArena hampir sepanjang tiga dekade paling akhir

Umur kedudukan Daum selaku manager Leverkusen ialah 4 tahun 3 bulan dan 20 hari, dari musim 1996-97 sampai awalnya musim 2000-01 — lebih lama dari manager mana saja semenjak 1981 lalu. Rekam jejak Daum, yang disebut bisa menjadi pelatih tim nasional Jerman saat itu, roboh saat si pelatih ketahuan selaku pemakai kokain. Pasca-Daum, Leverkusen suka ganti-ganti juru latih.

Saat sebelum tampil membubung bersama tim nasional Jerman, Bayern Muenchen, dan saat ini Chelsea, Michael Ballack membuat popularitasnya di club teritori Rhine-Westphalia utara ini. Andil Ballack benar-benar riil pada musim 2001-02 itu, saat sebelum berhasil bawa Jerman tampil di final Piala Dunia 2002 dengan status tidak difavoritkan. Tetapi siapa kira Ballack pernah secara tidak langsung gagalkan usaha Leverkusen jadi juara Bundesliga 1999-00. Pada pertandingan paling akhir, cuman perlu hasil seimbang untuk menjadi juara, Leverkusen malahan kalah 2-0 dari team kurang kuat Unterhaching. Salah 1 gol itu ialah gol bunuh diri Ballack.

Pada 2006, majalah usaha terpenting Forbes tempatkan Leverkusen selaku club paling kaya ke-19 di dunia dengan nilai asset sebesar US$189 juta. Tetapi, pada daftar paling akhir 2008 lalu, nama Leverkusen tidak terhitung dalam perincian 25 besar. Bersama dua club kaya Jermain lain, Borussia Dortmund dan Bayern Muenchen, Leverkusen menjadi anggota G-14 saat sebelum buyar tahun kemarin.

Juli tahun kemarin, Leverkusen melahirkan riwayat dengan membangun team sepakbola wanita yang bersaing di seksi dua Bundesliga wanita. Club dibangun dari kombinasi lima team asal TuS Koeln dan mode pengembangannya berdasar pengalaman dari Werder Bremen, yang sudah lebih dahulu mempunyai team sepakbola wanita. Pendirian ini ada hubungannya dengan pemilihan BayArena selaku salah satunya stadion tempat acara Piala Dunia Wanita 2011 kedepan. Jerman benar-benar populer dengan team wanitanya dan terhitung salah satunya team paling kuat di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *