Ricky Yacobi Diusulkan Jadi Nama Baru Lapangan ABC

Posted on

 

Lapangan ABC di teritori Gelanggang olahraga Bung Karno (GBK) diusulkan dirubah jadi lapangan Ricky Yacobi. Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, yang menyarankan.
Ricky hembuskan napas terakhir kalinya di atas lapangan ABC, habis cetak gol di laga Trofeo Medan Selection, Sabtu , pagi WIB. Ia diperhitungkan alami penyakit serangan jantung waktu sedang main sepakbola bersama beberapa mantan pemain dari Medan.

Pria kelahiran 12 Maret 1963 itu sempat dibawa ke rumah sakit paling dekat, tetapi tidak tertolong. Kepergiannya juga tinggalkan duka dalam untuk pencinta sepakbola. Tidak kecuali, Gatot S. Dewa Broto.

Ricky dipandang mempunyai layanan besar untuk persepakbolaan Indonesia. Diantaranya dia sukses mengantarkan Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1987. Atas landasan itu juga tampil saran perombakan itu.

Selaku wujud penghargaan ke mendiang Ricky Yacobi, kami kemungkinan menyarankan agar lapangan ABC itu dirubah jadi lapangan Ricky Yacobi. Tetapi kawasannya masih Gelanggang olahraga Bung Karno itu final dan tidak bisa terganggu tuntut

“Dan yang ke-2 , kelihatannya lebih bagus namanya Ricky Yacobi dibanding ABC. Alasan ke-3 , bawasannya kelak dipisah kembali kelak Ricky Yacobi bidang A, bidang B, bidang C itu lain cerita. Satu kali lagi nama Bung Karno final, jangan terganggu tuntut,” ia menambah.

Penulis buku Turbulensi Sport di Indonesia, Sport Uniting The Nation ini menerangkan keinginan itu akan lebih dahulu disampaikan ke Menpora Zainudin Amali untuk mendapatkan kesepakatan. Bila disepakati karena itu faksinya akan membuat surat mengajukan ke Sekretaris Negara dan Pusat Pengendalian Kompleks Gelanggang olahraga Bung Karno pada pekan depan.

“Permasalahan disepakati atau mungkin tidak itu ranah mereka (Setneg dan PPK GBK). Kami cuman memfasilitas beberapa pihak. Jadi waktu kami bercakap di dalam rumah tempat tinggal, ada banyak reporter yang bertanya, ya hanya itu hanya itu. Jika secara resmi sich belum pernah ada yang sampaikan ke kami (perombakan nama lapangan), apa lagi ini baru berlangsung tempo hari,” ia mengutarakan.

“Satu kali lagi permasalahan disepakati atau mungkin tidak kami menghargai sebab yang punyai tempat itu bukan Kemenpora. Tempo hari spontanitas waktu dijegat reporter.”

Gatot sekalian menerangkan jika permohonannya itu masih dipandang lumrah. Biarpun ada pihak yang pengin menyarankan hal sama di stadion lain seperti atletik atau aquatik sesuai olahragawan di tempat tidak jadi masalah. Tetapi bergantung masalahnya.

“Jika Ricky kan beliau benar-benar sedang berlaga di atas lapangan yang diusulkan itu. Oh, misalkan stadion akuatik diusulkan nama perenang almarhum Lukman Niode. Itu boleh-boleh saja hanya yang menjadi permasalahan Lukman saat tidak ada, sedang tidak berlaga di tempat akuatik. Ini perbedaannya,” ucapnya.

“Bahkan juga Richard Sam Bera sempat menyarankan ada pusara pahlawan olahraga spesifik. Saran itu bukan yang pertamanya kali, waktu Lukman Niode (wafat) menyarankan. Kami belum (pernah kami usulkan) sebab permasalahan untuk teritori taman pusara pahlawan perlu pengkajian spesial, kami sadarkan diri, sebab syaratnya lebih berat,” katanya kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *