Teka-teki pelatih kepala Bima Gagah terjawab. Manajemen secara resmi mengenalkan David Singleton selaku nahkoda team untuk melalui kerasnya persaingan Indonesian Basketball League (IBL) musim depan.
Bekas pelatih Pacific Caesar Surabaya ini gagasannya terbang dari Italia dalam kurun waktu dekat habis mengakhiri kepentingan visa.

Ditunjuknya Singleton tidak lepas dari prestasinya selaku pelatih yang telah kenyang pengalaman. Selain itu pelatih yang bawa Saigon Heat juara liga Vietnam itu punyai misi serta visi yang serupa seperti peningkatan pemain muda.

“Kami serius untuk meningkatkan pemain muda yang diawali pada sekolah tinggi. Konkritnya kelak, Singleton siap turun ke beberapa sekolah,” kata Presiden Bima Gagah dr Edy Wibowo ke reporter di Yogyakarta, Sabtu (28/11/2020).

David Singleton sendiri disebutkan tidak sabar latih Rachmad Febri Utomo dan teman-teman dan turun ke beberapa sekolah saat wabah usai

“Keinginannya kelak gabungan Singleton-Bima Gagah berpengaruh ke perbasketan tanah air. Selain itu prestasinya tak perlu disangsikan kembali,” tambahnya.

Habis dipilih selaku pelatih kepala, Singleton punyai sasaran membuat Bima Gagah lebih bersaing. Ia janjikan permainan yang ngotot dengan game rencana yang nikmat untuk dilihat.

“Perlu usaha keras dan banyak pengorbanan untuk membuat merek semacam itu. Tetapi saya percaya kita akan nikmati prosesnya,” keras pelatih yang dekat dipanggil Dave itu.

 

Almarhum Diego Maradona pernah menceritakan masalah kepuasan duniawi yang dicicipinya. Ujungnya ialah penyesalan semata-mata.
Diego Armando Maradona sudah meninggal pada Rabu (25/11/2020) malam WIB tempo hari. Pembuat gol iconic ‘Tangan Tuhan’ asal Argentina itu hembuskan napas paling akhir di umur 60 tahun.

Diego Maradona disemayamkan di penyemayaman Bella Vista, di tepian ibukota Buenos Aires. Pemerintahan Argentina bahkan juga mengatakan duka nasional sampai tiga hari untuk menghargainya.

Maradona demikian disegani untuk masyarakat Argentina

Tidak sangsi, ia sudah menyembahkan gelar Piala Dunia 1986 pada Argentina yang hingga saat ini belum pernah dicapai kembali oleh beberapa pemain timnasnya.

Di tingkat club, Napoli jadi tonggak berhasil pemain berjulukan D10S itu. Dua scudetto pernah disembahkannya.

Kehidupan Diego Maradona di luar lapangan rumput terus mendapatkan sorotan. Tidak sangsi di zaman tahun 1980-an, Maradona ialah seorang mega-bintang!

Beberapa pundi uang mengucur cepat ke kantongnya. Walaupun dipanggil selaku Dewa, Maradona teruslah manusia biasa yang terbuai oleh kehidupan dunia.

“Kepopuleran sudah memberikan hadiah ke saya beberapa hal,” kata Maradona seperti dikutip dari Marca.

“Saya mendapatkan wanita kulit putih dan kesenangan terlarang yang lain,” lanjut Maradona.

Diego Maradona sampai terjerumus ke ‘jurang’. Saat dianya, konsumsi beberapa obat terlarang seperti kokain

“Itu seluruh lagi membuatku ketagihan,” jelas Maradona.

Akhirnya, pola hidup Diego Maradona jadi amburadul. Dari bintang, ia jadi seorang pesakitan.

Kepopulerannya di periode muda, membuat Diego Maradona di umur senja kerap bolak-balik masuk ke rumah sakit.

Diawali di tahun 2015 tempo hari, Diego Maradona disampaikan jalani operasi bypass lambung sebab dia menanggung derita berat tubuh berlebihan. Malahan, pernah alami pendarahan lambung.

Terberat pada awal tahun 2020 ini, Maradona alami pembekuan darah di otak. Sampai pada akhirnya, Maradona meninggal dunia sebab alami henti jantung (cardiac arrest).

 

Menpora Zainudin Amali sudah lakukan inspeksi ke lokasi pembangunan Sumut Sport Centre. Venue baru diinginkan tetap digunakan bahkan juga sampai Olimpiade 2032.
Lawatan Zainudin Amali ini dalam rencana dipilihnya Aceh dan Sumatra Utara jadi tuan-rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Pembangunan langsung ditangani sesudah kejelasan itu yang diantaranya ialah Sumut Sport Centre, di Dusun Sena, Tangkai Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Zainudin Amali mengharap Sumut Sport Centre dibuat sama standard internasional. Tetapi janganlah lupa untuk memperhatikan perawatan yang umumnya lepas sesudah ajang PON usai.

“Semangat dari Pemprov Sumut pasti kita animo. Kemenpora RI menghargai apa yang dipersiapkan dengan benar-benar sekalian mengantisipasi perawatan saat PON-nya telah dipersiapkan ,” kata Zainudin Amali dalam keluarkan Kemenpora.

 

Di sejumlah tempat banyak terlantar venue dan pondokan olahragawan yang awalnya dipakai untuk PON, seterusnya jadi beban wilayah

Saya peringatkan Pemprov Sumut dan Aceh supaya diperhitungkan dan dipersiapkan lebih awalnya,” katanya menambah.

Kadispora Sumut Bahar Siagian sampaikan teritori Sumut Sport Center akan dibuat di tempat selebar 300 ha di Dusun Sena, Tangkai Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara yang nanti bisa menjadi simbol kebanggaan Sumut yang keempat. Idenya sendiri ada 3 zone.

Di tempat selebar 300 ha nanti akan dipisah beberapa zone yaitu zone olahraga yang diutamakan untuk teritori olahraga seperti venue yang melingkari stadion khusus, ke-2 yaitu zone pendukung, nanti bakal ada plaza, teater boulevard, mushola, arena bermain hingga dapat untuk warga piknik. Zone paling akhir yaitu zone komersil yang akan dibuat tempat rapat, convention hall dan exhibition hall, mall, hotel dan RS internasional,” terang Bahar.

“Mengapa kita untuk beberapa zone, kita melihat dari wilayah yang lain membuat teritori olahraga untuk event nasional dan internasional

tetapi sesudahnya mati suri tidak terurus sebab ongkos perawatannya tinggi. Karena itu, kelak zone komersil dan pendukung yang lain dapat berperan untuk menjaga seluruh venue

yang ada yang juga terakomodir untuk NPC atau untuk olahragawan berkebutuhan spesial,” katanya.

Siapa tahu venue sisa PON XXI dapat dipakai untuk Olimpiade 2032 di mana Indonesia punya niat jadi tuan-rumah.

Keinginan Indonesia mengadakan Olimpiade 2032 telah memperoleh suport dari Presiden RI Joko Widodo. Karena itu, Menpora memberi pesan supaya venue-venue yang dibuat untuk PON tidak ditelantarkan.

“Mudah-mudahan pembangunan venue di Sumut Sport Center ini bukan hanya diperuntukkan untuk tuan-rumah PON saja. Tapi, untuk tuan-rumah even-even internasional yang lain,” sebut Zainudin Amali.

“Saya benar-benar sama pendapat ini dibuat sama standard internasional. Jadi tanyakan dengan federasi-federasi internasionalnya. Seluruh venue yang akan dibuat harus bekerjasama dan ditanyakan dengan liga internasionalnya,” katanya.