Lewis Hamilton sukses memenangkan Formulasi 1 GP Eifel 2020. Hasil ini membuat menyamakan rekor legenda Ferrari, Michael Schumacher.
Di Circuit Nurburgring, Minggu (11/10/2020), Hamilton yang start di grid ke-2 pernah ketinggalan dari rekanan segrupnya, Valtteri Bottas, yang berada di posisi paling depan. Tetapi di lap ke-12, pembalap Inggris itu sukses mendahului.

Sesudahnya, Hamilton terus ada di muka sampai finish. Driver Mercedes itu mengakhiri 60 lap dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 49,641 detik.

Kemenangan ini membuat Hamilton telah meraih 91 kemenangan semenjak mengawali kiprah F1 pada tahun 2007

Jumlah itu menyamakan punya Schumacher, yang membalap di masa 1991-2006 serta 2010-2012.

Selesai balapan, Hamilton juga mendapatkan animo dengan tidak langsung dari Schumacher. Melalui anaknya, Mick Schumacher, Hamilton mendapatkan hadiah salah satunya helm legendaris punya si juara dunia 7x itu.

“Waktu kamu tumbuh dewasa melihat seorang, menyukainya sebab apakah yang telah diraihnya, tahun untuk tahun, balapan untuk balapan,” kata Hamilton selesai balapan, diambil Sky Sports.

“Menyaksikan dominasinya yang tahan lama, saya tidak memikir ada orang, khususnya saya, yang dapat dekati rekor Michael. Ini penghargaan yang mengagumkan,” lanjut pria 35 tahun itu.

Sekarang ini, Hamilton pimpin klasemen pembalap dengan 230 point. Dia unggul 69 point dari Bottas yang berada di posisi ke-2 serta 83 point dari Max Verstappen di posisi ke-3 . Balapan musim ini tersisa 6 seri lagi.

Hamilton akan pecahkan rekor jumlah kemenangan di F1 bila kembali lagi sukses jadi yang paling atas di seri selanjutnya, yaitu F1 GP Portugal di Minggu (25/10) kedepan.

 

Sebastian Vettel akan meninggalkan Ferrari di akhir musim Formula 1 2020.

Pebalap Jerman ini mengakui dirinya gagal tampil maksimal dengan produksi Italia tersebut.

Vettel join ke Ferrari pada 2015 setelah pindah dari Red Bull Racing.

Dia datang ke Maranello dengan status juara dunia empat kali, dimana semuanya diraih bersama tim asal Austria itu.

Keinginannya , dia bisa kembali membawa Ferrari jadi juara dunia, setelah terakhir kali didapat Kimi Raikkonen pada 2007.

Namun dalam perjalanannya, ia tak bisa bersaing dengan Mercedes.

Betul bahwa saya gagal karena saya sendiri memasang target untuk menjadi juara bersama Ferrari.

Saya gagal, saya tak berhasil melakukannya,” kata Vettel dalam podcast F1 Beyond the Grid, dikutip Motorsport.

“Ada beberapa hal yang seharusnya bisa saya lakukan lebih baik, hal yang harusnya saya ketahui sejak awal,

pertarungan yang harusnya tak usah saya pilih,” katanya menambahkan.

Vettel kini memilih move on. Tahun depan, dia akan membalap dengan Aston Martin, yang adalah rebranding dari Racing Point.

Dia menganggapnya ini proyek yang menyenangkan.

“Mereka sangat berbeda dibandingkan Ferrari, Aston Martin akan terus berkembang di masa depan,” ujar Vettel lagi.

“Ada banyak hal yang akan terjadi untuk pertama kalinya, dan saya pikir ini perjalanan yang menantang untuk seluruh tim.

Dengan bergabung bersama mereka, saya berharap bisa berkontribusi banyak dan melakukan hal yang bagus baik di dalam atau di luar trek,” tukasnya