Ponsianus Nyoman ‘Komink’ Indrawan memutus datang dari periode pensiunnya selaku pebasket. Ia bela Bali United sebab adalah tanah kelahirannya.
Komink, begitu Ponsianus Nyoman Indrawan diketahui selaku salah satunya power forward terbaik di tanah air. Profesi terbaik waktu dia menyembahkan juara Indonesian Basketball League (IBL) 2016-2017 untuk team Pelita Jaya.

Bukan hanya jadi legenda club asal Jakarta, Ponsianus sering isi tim Tim nasional basket Indonesia. Hingga kemudian pada 2019, dia memilih untuk menggantung sepatu. Selain kontrak habis, umur salah satunya factor dia memutus mengambil jalan itu.

lebih dari satu tahun berjalan, Ponsianus rupanya membuat surprise dengan comeback ke persaingan bola basket tanah air. Kesempatan ini dia bela club asal tanah kelahirannya Bali United.

“Alasan saya simpel sebab yang menawari saya untuk comeback ialah Bali United,” kata Ponsianus dalam situs IBL.

Baca juga : Derrick Rose Siap Tolong Killian Hayes Jadi Pemain Luar biasa

Saat itu, kepala pelatih team basket Bali United, Aleksandar Stefanovski mengutarakan kebanggaannya jadi sisi dari team Bali United.

Pelatih yang mempunyai FIBA Coaching Certificate, Macedonian Basketball Federation ini mempunyai sasaran untuk bawa team asal pulau dewata ini berprestasi nasional.

“Saya benar-benar suka bisa tergabung dengan Bali United Basketball Klub. Kita ketahui Bali United ialah team sepak bola dengan supporter yang fanatik, tetapi sekarang mereka mempunyai team basket. Saya benar-benar senang jadi sisi dari club ini,” kata Aleksandar, terpisah.

“Bali United Basketball Klub ialah team baru yang bermain di kelas paling tinggi Liga Nasional. Pasti jadi satu rintangan buat saya selaku pelatih mempersatukan misi serta visi bermain team ini. Tetapi sasaran saya pengin bawa team ini jadi yang terbaik di persaingan mendatang,” katanya.

IBL diperkirakan berjalan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 15 Januari kedepan. Persaingan akan berjalan dengan sistem gelembung dan tiada pemirsa sebab wabah Corona.

Baca juga : 7 Data-Fakta MU Vs Man City

Badminton World Federation (BWF) resmi tunda tiga turnamen Asia sampai Januari tahun kedepan. PBSI memandang ini bikin rugi beberapa olahragawan.
BWF putuskan untuk menggeser jadwal Asia Open I serta Asia Open II, dan BWF World Tur Final sesudah lakukan rapat dengan dewan pada Kamis (24/9/2020). Rapat itu memutuskan penyelenggaraan tiga turnamen Asia itu berguling Januari tahun kedepan, dari sebelumnya November 2020.

Mereka menunjuk Thailand untuk tuan-rumah. Dengan ketetapan itu, team Merah Putih ringkas tanpa turnamen sampai akhir tahun. Ditambah sesudah PBSI putuskan tidak kirim atletnya ke Denmark Open pada 13-18 Oktober, sebagai turnamen penutup tahun.

Walau bikin rugi beberapa pebulutangkis yang kehilangan turnamen untuk jaga keadaannya

PBSI menyadari ketetapan itu ditengah-tengah situasi epidemi virus corona sekarang ini.

“Kami memandang ketetapan ini di antara sayang dengan tidak sayang ya. Sebab jika disayangkan bermakna tahun ini tidak ada turnamen. Jadi buat pemain yang tidak kelamaan berlaga dapat bikin rugi. Berarti bikin rugi dengan cara tehnis serta nonteknis,” kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, ke detikSport, Sabtu (26/11/2020).

“Tetapi di lain sisi, kami pahami, BWF saat ini kemungkinan berhati-hati sekali berkaitan keselamatan serta kesehatan beberapa atletnya, stakeholdernya,” sambungnya.

Tidak cuma tanpa ada turnamen, dampak perkembangan jadwal oleh BWF membuat nasib Indonesia Masters, yang umumnya diadakan setiap Januari jadi tidak tentu.

“Saya tidak paham nasib Indonesia Masters bagaimana. Karena, BWF belum keluarkan jadwal, jadi kami belum dapat protes. Terkecuali telah dipublikasikan,” tuturnya.

Budiharto meramalkan Indonesia Masters tidak digelar awal tahun 2021. Ditambah lagi, sesudah BWF berusaha untuk mengadakan turnamen dipusatkan pada satu negara.

“Pertimbangannya hindari peralihan olahragawan, serta hindari karantina olahragawan. Jika banyak karantina, jadi beberapa waktu terbuang. Tetapi tentu BWF pikirkan yang terbaik,” tutupnya