Killian Hayes hadir untuk pertamanya kali bersama Detroit Pistons pada game eksibisi pramusim NBA 2020-2021, hari Jumat, 11 Desember waktu di tempat. Hayes disebut selaku pemain hari esok Pistons. Sesaat Derrick Rose siap menolongnya berkembang dan membuatnya garda terbaik di liga.

Hayes adalah pemain opsi ke-7 dalam Draft NBA 2020 kemarin. Selama ini, pelatih kepala Dwane Casey percaya jika Hayes siap bekerja selaku pemain utama di status garda khusus. Pemain berumur 19 tahun itu mengakhiri game dengan menyumbangkan lima point, empat rebound dan tiga asis dalam 21 menit. Ia masih nampak tegang dan lakukan tiga turnover.

“Killian harus rileks saat bermain. Ia begitu kuat. Tetapi ini lumrah di performa pertamanya,” kata Dwane Casey.

Pistons benar-benar kalah atas New York Knicks, 84-90, dalam pertandingan itu. Tapi Casey tidak menyaksikan score akhir, atau bahkan juga statistik yang jelek. Pistons lakukan 22 turnover dan cuman masukkan 32 shooting. Casey menyaksikan itu bukan permasalahan besar. Untuknya, menyaksikan 15 pemainnya tampil dan pahami apa yang ia ingin, jadi kunci di pertandingan pertama ini. Casey pastikan Blake Griffin dan Derrick Rose kembali lagi solid.

Baca juga : J.B. Bickerstaff: Pelatih Harus Lebih Inovatif dalam Berbicara dengan Pemain

Spesial untuk Rose, ia sekarang ambil tanggung jawab baru di Pistons

Veteran 12 tahun di NBA itu terima pekerjaan selaku tutor Killian Hayes. Pemain sekaliber Rose benar-benar tidak semestinya duduk di kursi cadangan. Tetapi itu yang ia harapkan saat ini.

“Saya senang permainannya (Hayes). Adalah kehormatan untuk dapat memberikannya panduan dan share pengalaman saya. Saya telah bicara dengannya dan menjelaskan jika ia ialah hari esok team. Pekerjaan saya di sini yaitu mendorongnya, dan mendidiknya jadi pemain luar biasa,” kata Rose dalam wawancara vitual, seperti diambil dari USA Today.

Hayes sekarang ini diprediksikan selaku garda khusus pokok Pistons musim depan. Sedang Rose peluang turun dari kursi cadangan. Hayes akan didorong dalam pemburuan gelar Rookie of the Year musim depan. Hayes punyai pengalaman berlaga di Jerman dengan club ratiopharm Ulm. Dalam 20 game, Hayes cetak rerata 11,6 point, 3,2 rebound, 5,3 asis dan 1,4 steal per game. Bersama tim nasional Perancis, Hayes jadi juara di FIBA U16 European Championship 2017, dan dipilih selaku pemain terbaik (MVP). Menyaksikan jejeran prestasi itu, Pistons percaya pemain mudanya bisa saja asset hari esok.

Pistons akan kembali lagi berjumpa Knicks di pramusim di hari Minggu, 13 Desember waktu Amerika Serikat.

Baca juga : Leverkusen Vs Hoffenheim: Kesempatan The Werkself Geser Bayern di Pucuk

 

Teka-teki pelatih kepala Bima Gagah terjawab. Manajemen secara resmi mengenalkan David Singleton selaku nahkoda team untuk melalui kerasnya persaingan Indonesian Basketball League (IBL) musim depan.
Bekas pelatih Pacific Caesar Surabaya ini gagasannya terbang dari Italia dalam kurun waktu dekat habis mengakhiri kepentingan visa.

Ditunjuknya Singleton tidak lepas dari prestasinya selaku pelatih yang telah kenyang pengalaman. Selain itu pelatih yang bawa Saigon Heat juara liga Vietnam itu punyai misi serta visi yang serupa seperti peningkatan pemain muda.

“Kami serius untuk meningkatkan pemain muda yang diawali pada sekolah tinggi. Konkritnya kelak, Singleton siap turun ke beberapa sekolah,” kata Presiden Bima Gagah dr Edy Wibowo ke reporter di Yogyakarta, Sabtu (28/11/2020).

David Singleton sendiri disebutkan tidak sabar latih Rachmad Febri Utomo dan teman-teman dan turun ke beberapa sekolah saat wabah usai

“Keinginannya kelak gabungan Singleton-Bima Gagah berpengaruh ke perbasketan tanah air. Selain itu prestasinya tak perlu disangsikan kembali,” tambahnya.

Habis dipilih selaku pelatih kepala, Singleton punyai sasaran membuat Bima Gagah lebih bersaing. Ia janjikan permainan yang ngotot dengan game rencana yang nikmat untuk dilihat.

“Perlu usaha keras dan banyak pengorbanan untuk membuat merek semacam itu. Tetapi saya percaya kita akan nikmati prosesnya,” keras pelatih yang dekat dipanggil Dave itu.

 

 

Menurut pengetahuan yang dicatat dalam lama sah iblindonesia.com, “Restricted Free Agents” ialah pemain yang tidak terlilit dengan club mana juga (periode kontraknya sudah habis), tapi belum dipastikan bebas transfer. Beberapa pemain Stapac Jakarta terhitung memiliki posisi ini, walau mereka tampil di IBL bersama Indonesia Patriots.

Ada ketentuan di liga basket profesional Indonesia yang mengatakan jika seorang pemain baru dapat bebas, atau memiliki posisi “free agent” secara penuh sesudah 2 tahun mangkir dari persaingan. Sedang mereka yang baru stop setahun, masih terhitung selaku restricted free agents. Posisi itu membuat pemain masih juga dalam pegangan club lama. Jadi saat ada club yang lain tertarik, karena itu harus mengakhiri semua kepentingan kontrak dengan club lama waktunya.

Menurut iblindonesia.com, nominal nilai kontrak dari pemain dengan status restricted free agents umumnya dipastikan dari rangking

Tiap club memiliki hak tentukan harga (nilai transfer) sesuai rangking dari pemain itu.

 

 

Liga mengeluarkan 29 nama pemain yang dengan status restricted free agents, mendekati musim 2021. Mereka benar-benar tidak tampil di IBL 2020 kemarin. Tetapi posisinya masih pemain punya club, sebab baru stop setahun. Posisi itu disandang oleh pemain Stapac Jakarta. Walau beberapa pemain hadir untuk Indonesia Patriots, tetapi posisi mereka di club telah stop setahun. Ini sebab Stapac tidak turut IBL 2020. Sesaat hak pemilikan pemain masih ada pada tangan Stapac.

Berikut urutan lengkap yang dikeluarkan oleh IBL:

 

Chris Paul lebih memprioritaskan pekerjaannya selaku Presiden Federasi Pemain NBA (NBPA) daripada dirinya. Sekarang ini Paul repot mengakhiri pasal-pasal mengenai keuangan dalam kontrak pemain. Paul bahkan juga tidak perduli akan bermain di team mana musim depan. Ia cuman pengin pastikan beberapa rekannya dapat memperoleh hak yang pantas.

Paul jadi guest star pada acara “Time 100″ di hari Kamis, 12 November waktu Amerika Serikat. Paul menjelaskan liga dan federasi pemain lagi bekerja untuk memperdalam banyak hal saat sebelum musim baru diawali pada 22 Desember kelak. Menurut Paul, musim depan tidak berjalan prima.

Ada banyak hal yang perlu dituntaskan. Tapi kami sedang kerjakan detilnya. Tidak ada yang prima. Salah satu perhatian kami ialah pengaturan virus Covid-19. Kami pengin pastikan beberapa pemain dan fans kami aman dari penyebaran virus itu,” ucapnya.

Permasalahan yang lain sedang diulas oleh liga dan federasi pemain yakni mengenai persetujuan pemangkasan upah pemain

Cara barusan diambil untuk tutupi rugi liga karena wabah virus korona. Pemangkasan upah ini dapat membuat batasan upah untuk musim 2020-2021 turun. Ini berpengaruh pengurangan nilai kontrak pemain. Paul tidak mau potongan itu begitu besar sampai bikin rugi pemain.

Saat itu, beberapa team telah umumkan berlaga tiada pemirsa. Mereka memperhitungkan kenaikan penyebaran virus korona. Los Angeles Lakers tidak meluluskan pemirsa tiba ke Staples Center. Kebalikannya, OKC Thunder merencanakan kurangi jumlah bangku yang dipasarkan. Tapi hingga saat ini belum terang berapakah ajang yang bisa didatangi pemirsa. Semua tergantung pada kewenangan kesehatan semasing kota tuan-rumah NBA.

“Tidak satu juga dari musim depan yang bagus. Tapi kami usaha membuat liga masih berjalan,” kata Paul, diambil dari Associated Press.

Paul kelihatannya lebih pikirkan keberlangsungan NBA daripada periode depannya sendiri. Karena, waktu ditanyakan berkenaan peluang transisi pemain, Paul tidak memberikan bocoran akan bermain di club mana.

“Saya berumur 35 tahun. Pemain seusia saya cuman dapat mengucapkan syukur masih dikasih peluang bermain basket. Di mana juga saya akan bermain, saya siap,” tegasnya.

Chris Paul tetap punyai tersisa kontrak satu musim dengan nilai AS$41 juta. Thunder bisa perpanjang kontrak itu. Sesaat diakhir musim 2020-2021, Paul menggenggam pilihan pemain dengana nilai kontrak sebesar AS$44 juta

Photo:Twitter NBA TV

 

 

“Bagaimanakah cara tentukan Salary Cap di IBL?”

Tulisan ini ialah lanjutan dari tulisan awalnya yang dengan judul “Bolaharam: ‘Salary Cap’ untuk Liga yang Lebih Baik”.

Kalimat pertama di atas ialah kalimat yang tutup tulisan pertama.

Ini, kembali lagi, saat sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya pengin rekan-rekan seluruh pahami dahulu metode pembangunan persaingan atau pembangunan liga kita, IBL. Terutamanya apa yang berlangsung pada tahun 2017. Satu kejadian, yang untuk saya, benar-benar penting yang akan berpengaruh ke hari esok liga ini. Bertambah lebih baik, atau kebalikannya.

Satu tulisan panjang pernah saya bikin dan keluar di majalah Mainbasket sekian tahun lalu (majalah Mainbasket edisi 60, September 2017). Tulisan itu kurang lebih bercerita peralihan yang berlangsung di IBL di tahun 2017. Penggantian operator pelaksana, yang selanjutnya diantaranya berbuntut raibnya dua team peserta.

Membaca kembali lagi tulisan itu saya pikir akan memberikan kisah landasan ke kita bagaimana seharusnya IBL berjalan. Minimal, dari pemikiran saya. Mudah-mudahan tulisan yang keluar 2 tahun lalu ini akan makin menolong kita untuk selanjutnya mengulas mengenai Salary Cap, selanjutnya ke permasalahan mengapa tulisan ini tampil, yakni mengenai federasi pemain.

Selamat membaca.

Harga Mahal Satu Misi: Gagasan Besar IBL dan Mengapa Tiap Team harus Berupa P.T.

“Di medium banyak bicara profesionalisme. Ada yang menjelaskan jika liga ini sendiri belum profesional. Buat apa gengsi-gengsian membuat PT (Perseroan Terbatas)? Menurut saya dan rekan-rekan di IBL, terhitung Komisaris Khusus kami Pak Erick (Thohir), pembangunan PT itu ialah sisi awalnya dari profesionalisme. Jadi jika kita punyai dasar hukum yang kuat, tujuan saya, jika kita tidak punyai dasar yang kuat, akan sulit untuk jalan yang akan datang. Buntut kita seperti digenggam. Kita harus berani menjelaskan jika liga ini cari keuntungan. Liga punyai landasan ketergantungan, liga (selaku PT) bekerja bersama dengan PT, tidak dapat yang lain. Untuk menjadi profesional itu harus punyai dasar yang kuat. Adanya dasar yang kuat, kita akan profesional,” jelas Agus Mauro, Komisaris PT. Bola Basket Indonesia (PT. BBI), perusahaan yang jalankan Indonesian Basketball League (IBL) semenjak musim 2017.

Surat yang diikuti pertemuan jurnalis CLS Knights Surabaya mengenai penarikan diri mereka dari IBL benar-benar mengagetkan. Tidak cuma beberapa pencinta IBL dan CLS Knights saja yang kaget, dan juga PT. BBI, pelaksana IBL.

Fakta pemunduran diri CLS Knights simpel. Mereka tidak dapat penuhi peraturan atau kemauan IBL yang tuntut team-team peserta memiliki badan hukum PT. CLS Knights pengin masih berupa Yayasan.

Permasalahannya, menurut IBL, team yang berupa yayasan tidak searah dengan visi liga yang pengin jadi satu substansi profesional di periode kedepan.

Saat interviu dengan Rocky Padila di vlog youtube, Commissioner IBL Hasan Gozali sedikit menerangkan apa yang pengin diraih dari team-team peserta yang berupa PT kecuali pengin profesional. Walau sebenarnya, pengertian profesional sendiri demikian kabur yang belum sudah pasti digerakkan oleh liga IBL sendiri.

Ada keyword tarik dalam pengakuan Hasan Gozali di video Rocky, “legal binding”. Entahlah apa arti harfiahnya

Tetapi pengakuan ini searah dengan yang diterangkan Agus Mauro di atas, “Liga punyai landasan ketergantungan (legal binding ?), liga (selaku PT) bekerja bersama dengan PT, tidak dapat yang lain.”

Saya mengontak Agus Mauro sebab pengin betul-betul tahu apa pola dibalik peraturan ini. Apa lagi IBL benar-benar pengin supaya peraturan ini telah berjalan pada musim yang baru.

Jika ada team yang belum berupa PT, karena itu mereka akan mendapatkan ancaman 250 juta rupiah. Jika mengatakan mundur dalam bentang 120 hari mendekati diawalinya liga, karena itu mereka akan mendapatkan denda satu miliar. Denda jadi empat miliar jika surat pemunduran diri disodorkan dalam saat yang benar-benar menekan, 90 hari. Demikian | lebih kurang bunyi ketentuan keikutsertaan team-team IBL.

“Waktu ada surat keluar dari CLS, kami terkejut sekali. Sesungguhnya itu kan dapat ada pra-diskusi dahulu. Tetapi ya biarlah, telah keluar. Lantas saya telephone ke yayasan, sebab dari instruksi yang saya terima, ini ujungnya yayasan, bukan Christopher-nya (Managing Mitra CLS Knights). Saya telephone yayasan, ada jalan keluar atau mungkin tidak. Mereka ngomong jika mereka memang seharusnya yayasan. Jika ada perombakan harus ada meeting umum anggota untuk tentukan arah peraturan,” jelas Agus Mauro.

“Yayasan itu tidak dapat membuat aktivitas usaha. Sebab kegiatannya sosial. Misalkan yayasan pensiun, mereka harus membuat PT untuk mengurus dana atau mereka memberi saham ke satu PT untuk mengurus dana keuangan. Mereka (yayasan) tidak dapat mengurus langsung. Karenanya organisasi non-profit.”

Kemauan IBL dan keputusan CLS Knights tidak mendapati titik jumpa

IBL kokoh pengin supaya seluruh team berupa PT, dan CLS Knights tidak ingin keluar dari semangat kekeuargaan CLS yang telah berumur 70 tahun selaku yayasan.

Pasca-keluarnya surat, IBL 2x melangsungkan tatap muka dengan faksi CLS Knights. Diantaranya, menurut Christopher Tanuwidjaja, Managing Mitra CLS Knights ialah lewat telekonferensi.

Dalam pertemuan itu, IBL tawarkan satu jalan keluar. “Beliau (Agus Mauro) meminta saya yang membuat PT. Waktu itu saya tolak,” keras Christopher.

“Dapat sesungguhnya yayasan berupa PT, itu salah satunya jalan keluar yang disodorkan ke kami. Tetapi yayasan cuman dapat mempunyai saham pada sebuah PT cuman 49 % terbesar. Bermakna 51 prosentasenya, asset yang sejauh ini 100 prosentasenya punya yayasan, 51 prosentasenya beralih menjadi punya seseorang,” lebih Christopher kembali.

Menurut Agus Mauro, dalam interviunya dengan saya, penawaran formasi itu akan baik untuk kemampuan liga di depan. Tiap team jadi mempunyai agunan keikutsertaan dan kelangsungan hidup sebab liga yang turut menjaminnya. Saat ada satu team peserta yang kesusahan keuangan dan diambang kemunduran, liga bisa selamatkannya dengan suntikan tambahan modal saat sebelum dipasarkan miliknya pada pihak baru.

“51 % saham di tiap team itu punya liga, tetapi ditukar (liga lebih dulu membeli). 49 prosentasenya punyai semasing pemilik. Tetapi seterusnya, 100 % dari 51 % itu bisa juga dipunyai oleh beberapa pemilik team. Yang dipasarkan, misalkan 70 %,” terang Agus Mauro. “Itu yang pengin djalankan dalam lima tahun di depan. Kami harus konstan dahulu. Jika sudah semua terang, baru kami dapat hitung. Keseluruhan pengeluaran satu team berapakah, dan sebagainya.”

Agus Mauro selanjutnya memberikan analogi bagaimana dengan metode yang lebih kurang sama NBA menyelematkan New Orleans Hornets saat kotanya terkena musibah badai dan Los Angeles Clippers saat pemilik lama waktunya keluarkan tanggapan bersuara rasis

Ke-2 team itu sekarang telah mempunyai pemilik baru.

Percakapan panjang dengan Agus Mauro bawa saya ke satu pertanyaan tarik. Jika, IBL ialah punya PT. BBI yang ambilnya dari Starting Five saat alami kesusahan diakhir musim 2016, lalu siapakah pemilik NBA?

Pertanyaan ini terlihat sederhana, dan kemungkinan banyak yang maklum jika NBA ialah punya bersama beberapa pemilik team yang bergabung berbentuk seperti Dewan Komisaris IBL. Tetapi rupanya, susah sekali mendapati sumber yang dapat memverifikasi sangkaan atau asumsi itu.

Saat saya menulis “NBA owner” atau “Who owns the NBA”, link yang tampil terus menuju pemilik team-team NBA. BUKAN, pemilik liga NBA. Saat saya coba cari dengan keyword lain, seumpama “NBA business mode” atau “NBA structure”, balik-baliknya menuju beberapa pemilik team NBA kembali dengan beberapa angka penghasilan atau pengeluaran team.

Rasa ingin tahu ini makin bertambah dengan figur David Stern dan suksesornya Adam Silver yang kadang nampak misteri.

Sesudah cari intens, saya mendapati tulisan dari satu jurnal yang dikeluarkan oleh Marquette University Law School Faculty. Tulisannya dengan judul “What is the NBA?” tulisan hasil penelitian Profesor (dosen) Nadelle Grossman di tahun 2014. Keterangan dalam paragraf-paragraf selanjutnya banyak saya salin dari isi jurnal itu.

Menurut Grossman, “Untuk satu organisasi yang telah berusia 68 tahun, susunan NBA secara mengagetkan masih kabur. Di satu segi, rekanan antaranggota NBA terang terikat sebab kontrak. Konstitusi NBA sendiri mengatakan jika NBA ialah “(ikatan) kontrak antaranggota.”

Dari risetnya, Grossman mendapati jika wujud NBA berdasar beberapa masalah persidangan juga berbeda

NBA pernah diterangkan selaku tubuh usaha yang dipunyai satu kelompok penanam modal (gabung venture) yang dari New York.Di persidangan lain, NBA pernah diartikan selaku substansi tunggal

Menariknya, berdasar konstitusinya, NBA sendiri mengatakan jika mereka bekerja untuk maksud non-profit. Ini searah dengan konsep dasar organisasinya yang mengatakan “Federasi ini digerakkan untuk mengurus satu liga yang berisi team-team basket profesional yang masing-masingnya digerakkan oleh Anggota Federasi.” Dalam kata lain, konstitusi NBA secara jelas mengatakan jika mereka ialah organisasi dengan arah non-komersial.

“Walaupun demikian, NBA bukan object tidak harus pajak. Sebab walaupun maksudnya non-komersial, NBA terus mendapatkan keuntungan. Bahkan juga dalam perbincangan setiap hari, bicara mengenai NBA sering menyertakan tema keuntungan keuangan satu team.” Catat Grossman.

Selaku organisasi –yang ucapnya- non-profit, ada tiga sumber penghasilan team-team NBA. Pertama dari pemasaran ticket. Ke-2 , dari pemasaran hak liputan dan tayangan bermacam jenis mass media. Dan ke-3 dari kekayaan (atau kekayaan cendekiawan) semasing team yang dipasarkan berbentuk pernak-pernik (merchandise), dan sebagainya. Penghasilan dari sumber ke-2 dan ke-3 ini selanjutnya dipisah rata untuk semuanya team.

Selaku tambahan, NBA sesungguhnya mempunyai sumber penghasilan ke-4. Sumber penghasilan ini namanya Luxury Tax

Tiap team yang membuat pengeluaran di atas batasan paling atas (salary cap) harus bayar Luxury Tax sebesar kelebihan itu. Penghasilan yang didapatkan dari Luxury Tax ini selanjutnya diambil oleh NBA atau dibagi ke team-team yang lain tidak bayar Luxury Tax.

Metode pembagian penghasilan ini dibuat supaya tingkat persaingan di liga terbangun keseimbangannya. Terhitung pemasukan-pemasukannya bertambah lebih adil.

Walaupun ada satu team yang sering tidak untung, metode ini membuat pemilikan satu team NBA akan condong memberikan keuntungan. Mengambil contoh apa yang berlangsung dengan Los Angeles Clippers.

Semenjak 2006, team ini cuman memperoleh tidak lebih dari 15 juta dolar tiap tahun dari aktivitas operasinya. Tetapi saat dipasarkan oleh Sterlings di tahun 2014, Clippers laris 2 miliar dolar.

Dalam jalankan organisasi, Konstitusi NBA mempunyai “board of governors”, sebutlah saja seperti Dewan Komisaris di IBL. Mereka mempunyai keharusan memantau tiap cara dan peraturan federasi.

Tiap wakil team di Dewan Komisaris ini diputuskan oleh anggota NBA

Anggota NBA umumnya diasumsikan selaku beberapa pemilik team NBA, baik team yang dipunyai secara perseorangan atau barisan. Oleh karena itu, keputusan atau tingkah tiap anggota Dewan Komisaris dipandang sebagai wakil team yang mengutusnya.

Kuasa Dewan Komisaris ini besar sekali. Beberapa keputusan besar NBA berawal dari keputusan Dewan Komisaris ini. Mereka yang mengatur NBA. Tetapi untuk melakukan pekerjaan setiap harinya, Dewan
Oleh sebab IBL menjadi punya satu perusahaan di mana team-team pesertanya ialah anggota yang mendaftarkan, karena itu benar-benar lumrah jika keluar beberapa aturan sepihak. Pemilik liga atau PT. BBI ialah nakhoda penentu arah ingin dibawa ke mana IBL seterusnya. Bukan, bukan Dewan Komisaris.

Ini perlu dimengerti sebab benar-benar berkaitan dengan yang sedang dan telah berkembang pada sebuah tahun akhir. Dengan semua kontroversinya, PT. BBI sekarang mempunyai arah dan visi yang pengin diraih. Mereka punyai kendalian penuh, siapa yang dapat ikut dan siapa yang tidak. Semua ditegaskan lewat banyak kebijakan yang harus dipatuhi oleh beberapa team peserta. Komisaris menunjuk seorang Commissioner.

Dalam Konstitusi NBA, seorang Commissioner ialah “Chief Executive Officer (CEO) liga yang bertanggungjawab jaga kredibilitas pertandingan profesional di NBA dan jaga keyakinan khalayak pada liga.” Lebih jauh, seorang Commissioner memiliki hak jadi penengah atau pengambil keputusan dalam tiap kasus yang menyertakan beberapa pemilik team.

Dari keterangan Profesor Nadelle Grossman mengenai NBA, saya selanjutnya ketarik memperbandingkannya dengan IBL. Terutamanya perubahan IBL semenjak dibuat tahun 2003, beralih menjadi NBL Indonesia pada tahun 2010 dan kembali pada IBL kembali pada tahun 2016.

Menurut pemilik Aspac Irawan Haryono atau dekat kita mengenal dengan Koh Kim Hong, pada awal pembentukannya, team-team yang bergabung di persaingan awalnya atau Kobatama semasing menyerahkan uang sejumlah 100 juta rupiah. Penumpukan uang itu selanjutnya dikasih ke promotor yang dipilih selaku pengurus liga. Uang setoran itu ialah sinyal keikutsertaan dan pemilikan bersama IBL. Seperti NBA, tiap team selanjutnya mengirim wakil yang duduk di Dewan Komisaris.

Di perjalanannya, IBL seringkali bertukar promotor atau pelaksana. Hingga kemudian IBL (edisi pertama) usai pada tahun 2009.

Kesemarakan IBL diteruskan oleh NBL Indonesia dengan pelaksana PT. DBL Indonesia. Walaupun bertukar nama, NBL Indonesia teruslah punya bersama beberapa Dewan Komisaris. Namun, anggota Dewan Komisaris makin bertambah satu yakni Azrul Ananda selaku Commissioner NBL Indonesia. Menurut Azrul Ananda, pekerjaannya –sebagai anggota ke-13- “cuman” selaku penengah saat Dewan Komisaris terbelah dua dan berlangsung kebuntuan dalam proses ambil keputusan.

PT. DBL Indonesia mendapatkan instruksi dari Dewan Komisaris untuk jalankan NBL Indonesia dengan metode kontrak 3 + dua tahun. Tujuannya, sesudah berjalan sepanjang tiga tahun, PT. DBL Indonesia ialah opsi pertama Dewan Komisaris untuk jalankan liga di dua tahun seterusnya.

NBL Indonesia cuman berjalan lima musim

Tahun 2016, IBL (edisi ke-2 ) berguling. Promotornya ialah Starting Five dengan Hasan Gozali selaku Commissioner yang susunan organisasinya masih tidak cukup lebih sama dengan NBL Indonesia.

Kontrak pekerjaan penerapan persaingan dari Dewan Komisaris ke Starting Five sedikit berlainan, 2 + tiga tahun.

Sayang, baru saja berjalan setahun persaingan, IBL hadapi banyak permasalahan. Starting Five kesusahan jalankan atau bahkan juga pastikan berjalannya musim seterusnya.

Waktu itu, Starting Five selanjutnya ditolong oleh kehadiran satu konsorsium yang pastikan jika musim 2017 akan berguling. Konsorsium berikut yang ternyata selanjutnya namanya PT. Bola Basket Indonesia.

Saat diambil pindah realisasinya oleh konsorsium, ada perombakan fundamental yang berlangsung. Diakui atau mungkin tidak, liga basket profesional namanya IBL ini bukan kembali punya bersama beberapa Dewan Komisaris. Team-team yang pengin berperan serta di IBL 2017 harus melalui proses register ulangi dengan beberapa peraturan baru. Aspac Jakarta, NSH Jakarta dan Fase Jakarta sempat menampik proses ini. Sampai batasan akhir register, mereka tidak tampil. Aspac dan NSH pada akhirnya susul masuk dengan memperoleh ancaman, sesaat Fase pilih buyar.

Beberapa pemainnya menebar di team-team IBL yang lain (paling banyak ke Aspac)

Saat saya menulis “Diakui atau mungkin tidak” pada paragraf awalnya, saya beranggapan sebab benar ada beberapa anggota Dewan Komisaris yang kelihatannya tidak meyadari perombakan ini. Ada anggota Dewan Komisaris yang berbicara, “Dewan Komisaris saat ini tidak aktif.” Ada juga yang menyalahkan jika “saran kami tidak didengar.” Dan yang –menurut saya- terberat ialah ada yang keheranan, kenapa liga atau IBL sering keluarkan ketentuan sepihak tiada berdialog dahulu dengan Dewan Komisaris!

Untuk saya, semua memperlihatkan jika beberapa anggota Dewan Komisaris kelihatannya benar-benar tidak sadar jika IBL tidak lagi punya mereka, tetapi punya PT. BBI.

Saat mewawancara Agus Mauro (komisaris PT. BBI), saya ketahui jika PT. BBI dan IBL mempunyai misi yang sangatlah baik. Dalam lima tahun di depan, IBL diinginkan jadi satu substansi usaha yang kompak. Memperoleh keuntungan yang dapat dipisah rata dengan team-team pesertanya (serupa NBA), dan mempunyai kejelasan jumlah peserta yang akan terbangun saat sedang berjalan. Liga dan team-team peserta akan sama-sama jaga saat tampil ketegangan tidak tersangka. “Legal binding” tiap team bisa menjadi penyelamat pada kondisi itu.

“Ini proses, saya sadar jika tahun awal (2017) itu peralihan. Rugi besar (berlangsung pada tahun 2016), selanjutnya kami mengambil pindah untuk menyelematkan liga. Tahun awal kami jalan (2017), minim sekali waktunya, walaupun pada akhirnya jalan. Yang tentu, tahun ini (2017) kami untung. Cukup. Sampai 2019 sponsor telah aman seluruh,” terang Agus Mauro.

“Penting amankan jalannya liga sampai 2019 sebab waktu itu ada proses Pemilihan presiden (Penyeleksian Umum Presiden). Umumnya akan susah bisa sponsor.”

Pastikan jumlah peserta benar-benar penting untuk jalankan kemauan IBL

Tapi saat seluruh team telah satu misi dan berupa PT, Agus Mauro percaya jika perjalanan seterusnya relatif semakin lebih gampang.

“Yang perlu itu kejelasan dan kestabilan. Tahun awal (2017) itu koalisi, sulit. Tahun ke-2 ini akan kami kasih saksikan semua. Saat ini kami bisa berbicara ingin apa yang akan datang. (Liga) Ini akan untung yang akan datang,” keras Agus.

Keputusan mundurnya CLS Knights Surabaya akan jadi rintangan tertentu untuk misi IBL. Ditambah, CLS Knights ialah asset bernilai dengan volume simpatisan yang termasuk sangatlah besar.

“Kami telah menanti 2 tahun. Yang saya cukup terkejut, dari awalnya CLS itu bukan yang memiliki masalah. Sebab telah 2 tahun kami publikasi, ini harus selekasnya diawali. Sebab jika tidak diawali saat ini, kapan?”

“CLS tidak memberikan kami ruangan untuk perundingan. Kami terkejut dengan surat itu,” tutur Agus.

Sesudah kokoh tidak mengganti wujud yayasan jadi PT, Christopher melalui pertemuan jurnalis menerangkan jika CLS Knights bisa kembali pada IBL, dengan persyaratan, liga keluarkan pengakuan jika mereka bisa berupa yayasan selama-lamanya.

“Ia tidak pernah ngomong demikian ke kami. Sejauh ini kami tidak pernah terima pengakuan, seumpama, CLS Knights ingin turut seandainya ini, ini, ini. Itu tidak ada. Tiba-tiba, mereka kirim surat keluar. Susah. Ini ibarat telah tutup lajur yang kita ingin.”

“CLS punyai nilai, kalaulah mereka ingin jual slot-nya juga dapat sesungguhnya,” Agus kurang lebih masih sayangkan beberapa langkah yang diambil CLS Knights.

“Saat ini malahan hangus, diambil oleh liga. Kami telah kasih pilihan itu. CLS tidak ingin kerja sama sama orang lain. PT saya yang tanggung, kalian selaku sponsor. Tetapi jika ada kelebihan serta kekurangan saya komit(men) sebab saya yang punyai PT-nya.”

Dengar keterangan Agus Mauro dan awalnya Christopher, susah memikirkan ada titik jumpa. Seperti kata Christopher sendiri, tekad liga dan pendirian CLS sama baik. Namun benar-benar tidak ada titik jumpa.

Mengharap jika IBL akan melunak dan menampung tekad CLS Knights bermakna merusak gagasan besar liga. Kebalikannya, pada keadaan sekarang ini, CLS Knights akan susah menelan kembali lagi ketetapannya.

Benar-benar tidak ada yang salah dan benar. IBL dan CLS Knights semasing punyai pendirian. Namun, harga dari kekukuhan pendirian semasing faksi ini akan mempertaruhkan satu perihal berarti: CLS Knights Surabaya akan raib dari IBL.

Senang tidak senang, kemungkinan itu yang akan berlangsung. Walaupun saya masih mengharap hal tersebut tidak akan berlangsung.

Lalu saya kembali lagi mengulang-ulang pertanyaan yang awalannya sedikit berupa retorika ke Agus Mauro, “jadi kapan liga diawali?”

“Tanggal 8 Desember (2017) kami mulai akan. Itu tanggal yang telah kami kasih ke sponsor. Sesungguhnya telah kami kasih informasi. Tetapi, mengapa ini cukup lambat, saya telah bertanya ke team kapan kami punyai kejelasan seberapa banyak sich team yang akan turut liga ini (dan tentunya telah berupa PT).”

 

Setahun lalu, saat Brooklyn Nets mengalami kekalahan beruntun di awal musim 2019-2020, Kyrie Irving mengatakan bahwa timnya membutuhkan bintang ketiga. Irving merasa dirinya dan Durant belum cukup membuat Nets berjaya. Tetapi kini, Irving sendiri yang mengatakan tidak perlu mencari bintang lagi, karena Nets sudah punya Caris LeVert.

Pandangan Irving berubah ketika Nets tampil di Orlando, dalam lanjutan NBA 2019-2020. Rumor tentang bintang ketiga kini sudah hilang. Caris LeVert dan Jarrett Allen membuat Nets lebih kompetitif. Nets mampu menang lima dari delapan pertandingan “seeding games”.

Dari data rotowire.com, LeVert mencetak 25,0 poin, 5,0 rebound, 6,7 asis, dan 1,5 steal per gim dari enam penampilan di “gelembung” NBA. Sementara Allen memimpin perolehan rebound Nets di playoff 2020 dengan 14,8 rebound per gim. Catatan tersebut membuat LeVert mendapat komentar positif dari Kevin Durant.

“Saya pikir Caris adalah pemain yang sempurna bagi tim kami. Dia bisa mencetak poin, memberi asis, mengontrol serangan,” kata Durant di podcast “Old Man & The Three”. “Saya merasa Caris punya semua kemampuan yang dibutuhkan tim. Sehingga dia bisa menjadi bintang.”

Sementara Irving terlihat masih menilai penampilan beberapa pemain yang sekiranya layak disebut bintang ketiga.

Irving menyebut nama-nama pemain yang berpeluang menyandang predikat tersebut di tim Nets musim depan.

“Secara kolektif, saya merasa tim kami sudah hebat. Tetapi untuk mencuri perhatian, kami butuh satu orang yang untuk melengkapi saya dan Durant. Ada DeAndre Jordan, Garrett Temple, Spencer Dinwiddie, Jarrett Allen, dan Caris LeVert. Kita akan sama-sama melihat perkembangannya,” kata Irving, seperti dilansir netsdaily.com.

Justru Steve Nash sebagai kepala pelatih Nets musim depan berkomentar bahwa LeVert sudah layak disebut bintang ketiga. Nash mengatakan hal tersebut kepada Joe & Evan dari WFAN.

“Saya sudah mengenal Caris selama beberapa tahun, dan selalu mengagumi permainannya. Dia adalah bagian dari kehebatan tim kami. Bagi saya, Caris itu pemain serba bisa. Mungkin LeVert akan seperti Manu Ginobili,” ungkap Nash.

“Caris dan Jarrett sama-sama berkembang pesat. Penampilan mereka di ‘gelembung’ membuat saya terkesan. Mereka tim serba bisa, menunjukkan produktifitas dalam mencetak poin.”

Pengamat NBA dari ESPN, Bobby Marks percaya bahwa Caris bisa menjadi bintang ketiga.

Sehingga manajemen Nets tidak perlu berburu pemain lagi. Ini dibuktikan dari penampilan Caris di Orlando.

“Apakah Nets perlu mendatangkan bintang ketiga? Saya pikir tidak, bila LeVert dipercaya mengisi posisi tersebut,” kata Bobby Marks. “Saat Durant dan Irving absen di Orlando, Caris mencetak 25,5 poin dan bermain di beberapa posisi, termasuk garda utama.”

Tampaknya, Steve Nash harus banyak bertanya kepada Jacque Vaughn. Pelatih sementara yang menangani Nets selama di Orlando. Dia adalah sosok di balik performa menawan Caris LeVert. Oleh sebab itu, langkah Nash mempertahankan Vaughn di staf pelatih Nets sudah sangat tepat. Vaughn bisa membantu Nash memikirkan cara yang tepat untuk memaksimalkan seorang Caris LeVert, untuk membantu Kevin Durant dan Kyrie Irving.

Sebelumnya game 4, saya pernah membahas tentang peluang kurang baik dari kembalinya Bam Adebayo ke formasi scuad Miami Heat. Saya memandang jika kembalinya Bam di atas lapangan malah dapat membuat Heat kesusahan cetak angka, tidak seperti pada game 3. Ya, Bam akan mengganggu lebih banyak di bidang serangan daripada pertahanan. Mengapa begitu?

Bam satu diantara pemain yang mendapatkan panggilan poin center. Catatan 15,9 point, 10,2 rebound, serta 5,1 asis per game waktu musim reguler memperlihatkan kemampuan Bam sebegai senter kuat dan fasilitator bagus. Salah satu senter yang mempunyai catatan asis sama atau lebih baik dari Bam ialah jagoan Denver Nuggets, Nikola Jokic.

Namun, ada ketidaksamaan fundamental antara kedua-duanya yang membuat Jokic mempunyai asis lebih banyak (7,0 asis per game). Ketidaksamaan itu ialah kekuatan tembak tripoin. Sepanjang musim reguler, Jokic mempunyai rataan 33 % dari tripoin serta angka itu bertambah jadi 42 % di playoff. Ini membuat musuh memberi pengamanan lebih ke Jokic serta pada akhirnya asis juga terus makin bertambah. Sedang Bam, tidak mempunyai kekuatan itu. Sepanjang profesinya, dia cuman melepas 36 tripoin serta masuk 5. Di playoff musim ini, cuman ada 1 eksperimen tripoin dari Bam serta tidak berhasil masuk. Ini membuat musuh tidak perlu ribet lakukan dobel team terkecuali dia di bawah ring.

 

 

Bila Jokic dapat memberi umpan dari beberapa jenis tempat di atas lapangan dengan beberapa langkah, Bam sebetulnya lebih terbatas

Umpan-umpan yang berbuntut asis dari Bam umumnya tiba dari skema hand-off serta cut dari beberapa pemain Heat yang lain. Untuk team dengan kekuatan tahan terbaik di playoff ini, Los Angeles Lakers mengawasi ini dengan cermat serta mendapati jalan keluarnya.

Mereka lakukan trap untuk trap untuk menahan 2 mitra kegemaran Bam, Duncan Robinson serta Tyler Herro, memperoleh boola dengan gampang. Di game 1, Lakers membuat Bam seakan tidak bermanfaat di atas lapangan. Usaha hand-off yang dia lakukan dibaca serta diperhitungkan secara baik oleh Lakers. Sedang untuk lakukan potongan ke tempat kunci, Heat tidak banyak mendapati sela.

Atas bukti-bukti ini saya mengaitkan jika adanya Bam di atas lapangan, dia malah akan menghancurkan skema permainan Heat yang berubah jadi isolasi 1 musuh 1 untuk Jimmy Butler. Kita tidak dapat memperoleh data ini, tetapi bila Anda melihat siaran lagi gimnya (jangan cuplikan), Bam memang terus ada dalam garis busur waktu Heat menyerbu.

Bukti kembalinya Bam tidak kerja secara baik ialah statistik kelanjutan

 

 

Di game 4, 22 menit Heat turun dengan formasi Herro, Robinson, Butler, Jae Crowder, serta Bam. Daftar pemain ini cuman membuahkan offensive peringkat di angka 117 sedang defensive peringkat mereka 119 atau bermakna dengan cara net peringkat (-2). Statistik ini serta memperlihatkan jika kedatangan Bam tidak automatis membuat pertahanan Heat jadi lebih bagus selain bagian menyerbu mereka yang makin kurang baik.

Angka ini jauh dari catatan game 3 waktu Heat turun dengan 4 pemain yang saya catat pertama plus Kelly Olynyk atau Meyers Leonard. Waktu Olynyk di atas lapangan, Offensive peringkat Heat di angka 142,9 sesaat defensive peringkat di angka 95,7 yang membuat net peringkat mereka jadi 47,2. Waktu Leonard di atas lapangan, net peringkat Heat di angka 50,0. Juga begitu, offensive peringkat Heat turun di angka 127,3 tetapi defensive peringkat mereka lebih baik di angka 77,3.

Menariknya, di game 4, Heat cuman turun dengan formasi Herro, Robinson, Butler, Crowder, serta Olynyk waktu 1 menit. Serta sebenarnya, tidak ada data yang betul-betul dapat diambil untuk daftar pemain di game 4. Masalahnya formasi penting mereka (dengan Bam) memimpin menit bermain dengan keseluruhan turun bersama waktu 22 menit. Tersisa formasi pemain yang lain bermain tidak lebih dari 5 menit.

formasi dengan Bam memberi catatan kurang baik dengan sembilan turnover

Ini nampaknya tidak terlepas dari gerakan Bam yang di tempat itu-itu saja. Saat ini, spacing satu diantara kunci dalam permainan basket serta pemain seperti Bam yang tidak punyai intimidasi di luar garis busur membuat musuh dengan gampang memperhitungkannya. Dapat kita melihat masalah ini di Ben Simmons dengan Philadelphia 76ers.

Di lain sisi, Bam tidak seutuhnya pihak yang perlu memikul beban dari kekalahan game 4. Credit pantas dikasih ke Lakers yang mengubah bagus di pertananan mereka. Diantaranya ialah memberikan tugas Anthony Davis jaga Jimmy Butler. Di sejumlah laporan media Amerika Serikat, Davis diberitakan minta langsung pekerjaan ini. Tetapi, lepas dari siapa yang memiliki inisiatif, perkembangan ini betul-betul mengganti jalannya permainan.

Sepanjang playoff, Jimmy sebetulnya seringkali membuat keadaan di mana dia dijaga oleh senter musuh. Dalam ini, keseluruhan ada 18 game dari 19 game Heat di mana Jimmy 1 musuh 1 dengan senter musuh. Keseluruhan waktu tanding ini ialah 9 menit. Dalam periode 9 menit itu, Jimmy cetak 34 point. Di semua 4 game menantang Lakers, dengan keseluruhan 12 menit bertemu dengan Davis, Jimmy cuman cetak 17 point.

 

 

Data dari NBC Sports memperlihatkan jika waktu Davis jaga Butler di game 4 tempo hari

defensive peringkat Lakers ada di angka 94. Sedang waktu Davis tidak ada serta Butler di atas lapangan, defensive peringkat Lakers terjun bebas di angka 160. Nampaknya, waktu playoff juga, Jimmy belum pernah temu musuh yang tingginya hampir 7 kaki tetapi mempunyai kelincahan super semacam ini.

Di semi-final Daerah Timur, Jimmy memang temu Milwaukee Bucks yang digawangi Defensive Player of the Year, Giannis Antetokounmpo yang sama juga tinggi serta atletisnya dengan Davis. Tetapi, Giannis tidak pernah betul-betul 1 musuh 1 dengan Jimmy sepanjang 1 game penuh. Hal yang pernah dipersoalkan oleh media Amerika Serikat juga.

Bila sumbangsih Jimmy pada sebuah game cuman di angka 22 point dari 17 shooting seperti game 4 lantas, susah rasa-rasanya Heat dapat meraih kemenangan. Davis nampaknya sudah tahu pokok dari gempuran Jimmy yang membuat benar-benar tidak terlihat ketidaktahuan waktu Jimmy berupaya lakukan macam pergerakan. 1 lagi yang membuat pekerjaan Davis lebih gampang ialah bukti jika tripoin Jimmy tidak semenyeramkan itu. Lakers dapat hidup dengan Jimmy terus tembak dari tripoin.

Semua cerita di atas jika kita runtutkan semenjak awal final dapat disebut semacam ini

Game 1, jadi game sama-sama uji hasil penilaian statistik serta permainan sepanjang playoff. Lakers sukses hentikan Heat sebab mereka hentikan hand-off Bam serta disokong lukanya Goran Dragic.

Game 2, tiada Bam serta Dragic, Heat masih berupaya menjaga permainan mereka dengan beberapa gerakan bola hanya beda daftar pemain. Langkah ini cukup membuat susah Lakers sebab scuad yang seringkali turun di game 2 ialah scuad kecil yang fleksibel. Pertahanan mereka tidak bagus, tetapi gempuran mereka kuat.

Lanjutan Indonesia Basketball League (IBL) 2020 harus terlambat. Itu ternyata sebab permasalahan izin keramaian.
Direktur Penting IBL Junas Miradiarsyah ungkap, penangguhan pertandingan sebab tidak mendapatkan surat izin keramaian dari kepolisian. Walau sebenarnya persiapannya telah raih 90 %.

IBL 2020, yang pernah disetop Maret lantas, direncanakan berguling kembali ke 13-27 Oktober di Jakarta. Semua persiapan juga dilaksanakan dari mulai layer atas sampai club. Serta simulasi sudah dilaksanakan.

Tetapi seminggu mendekati pertandingan dikerjakan, operator bersama PP Perbasi putuskan untuk menggagalkan. “Iya benar (sebab tidak bisa surat izin keramaian),” kata Junas dalam temu wartawan lewat virtual, Rabu (7/10/2020).

Walau mengamini, menurut Junas, ketetapan untuk menggagalkan gagasan meneruskan IBL 2020 bukan hanya kepolisian. Tetapi atas pengaturan dengan beberapa pihak berkaitan baik pemda atau kementerian.

“Saya tidak dapat jawab adakah hubungan (sebab demo) tetapi concern-nya dengan keadaan epidemi yang berlangsung, semua keadaannya sama, jadi kami harus terima,” Junas menerangkan berkaitan tidak dikasih izin keramaian.

Persiapan lanjutan IBL 2020 sendiri telah capai 90 %. Bekasnya tinggal realisasinya saja walau masih ada ruangan eror yang perlu diperbarui.

“Ya, ini menjadi investasi buat kita lebih baik pada musim depan. Perlu ditekankan, persiapan ini bukanlah percuma, tetapi jadi modal kita ke tahun kedepan,” katanya.

“Jika epidemi berlalu insya Allah, karena itu standard liga kita lebih tinggi lagi, seperti standard kesehatan serta standard prosedur operasional hal tersebut yang perlu dipertahankan. Bukan bermakna sesudah epidemi normal kembali serta standarnya kembali lagi seperti dahulu lagi,” ia memberikan tambahan masalah belum dapat sambungnya IBL 2020.

Untuk liga basket terbaik di dunia, NBA tetap berupaya cari terobosan-terobosan baru. Tidak sebatas meningkatkan liga, pemain, serta fansnya, NBA tetap berupaya memperlebar peningkatan komune (community development) mereka di luar Amerika Serikat serta Kanada.

NBA juga sudah menginisiasi banyak program buat mencapai beberapa fans mereka lebih luas lagi. Pertama, ada NBA Global Games yang telah dikerjakan di benua Afrika, Eropa, serta Asia. Lantas, ada pula program Basketball Without Borders (BWB), program peningkatan basket dan penjangkauan global NBA serta FIBA. Program BWB juga sudah membuahkan beberapa nama pemain NBA, yaitu Nikola Mirotic, Dragan Bender, R.J. Barrett, sampai calon ruki NBA musim depan Deni Avdija.

Selain dua program itu, NBA dengan cara persisten memperlihatkan komitmennya dalam menggerakkan serta meningkatkan generasi muda yang lebih sehat dan aktif lewat bola basket dengan mendatangkan program Jr. NBA.

Semenjak dikerjakan di tahun 2014, Jr. NBA Indonesia sudah mencapai lebih dari 16,5 juta beberapa anak lelaki serta wanita di Tanah Air, mengajari ketrampilan landasan serta nilai-nilai penting Jr. NBA, yakni Sportsmanship (sportivitas), Timwork (kerja sama), a positive Attitude (sikap positif), serta Respect (sama-sama menghormati), atau yang dipersingkat jadi (S.T.A.R.).

Selain itu, NBA membuat Akademi Pelatih Jr. NBA (Jr. NBA Coaches Academy)

Satu program training guru-guru olahraga yang dibantu pemda dengan standard kelas dunia yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kekuatan lokal dengan mengajari ketrampilan landasan, pendidikan, serta latihan pengondisian bola basket. Program ini telah berjalan semenjak 2018.

Sampai sekarang ini, Jr. NBA Coaches Academy sudah latih lebih dari 52.000 guru dari 41.000 sekolah di 25 kota serta propinsi di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Sumatera Selatan.

Belakangan ini, Jr. NBA Coaches Academy diadakan dengan cara daring pada 10 – 11 September kemarin. Epidemi Covid-19 ini memberi rintangan dalam beraktivitas fisik di luar rumah, tapi session daring Jr. NBA Coaches Academy sudah memperlengkapi guru dengan pengetahuan, ketrampilan, serta tehnik untuk mengajar bola basket secara kreatif.

“Pelajaran olahraga cukup susah untuk dilaksanakan dengan cara virtual, khususnya saat beberapa murid tidak memiliki bola basket serta lapangan. Tetapi, beberapa pelatih Jr. NBA memberikan keyakinan kami, beberapa peserta, untuk cari inspirasi baru serta share tehnik latihan bola basket yang bisa dilaksanakan di dalam rumah, seperti latihan ball handling dengan botol minum serta tehnik tembakan walau tanpa ada bola,” jelas Syahrul, Guru Pendidikan Jasmani SMP Perwira Jakarta.

Pada serangkaian training yang berjalan semasa 2 hari itu, lebih dari satu.300 guru SD, SMP, serta SMA di Jakarta memperoleh beberapa ketrampilan serta latihan yang bisa di ajarkan ke muridnya

Selain itu, NBA serta Tahir Foundation, satu organisasi amal yang mempunyai tujuan untuk menolong individu serta warga yang memerlukan di bagian pendidikan serta kesehatan, memberitahukan 13 pelatih serta guru yang memenangi Jr. NBA Indonesia Coaches Academy Loyalty Contest 2020 di Indonesia. Semasing juara akan terima beasiswa Jr. NBA Tahir Foundation untuk memberikan dukungan keperluan pendidikan serta/atau pembinaan.

 

 

“Kami konsentrasi untuk memberikan pola hidup aktif di golongan remaja Indonesia lewat olahraga sambil pastikan kesehatan

serta keamanan warga dengan membuat Jr. NBA Coaches Academy dengan cara daring,” jelas NBA Asia Associate Vice President of Pemasaran Partnerships, Jim Wong.

“Walau epidemi ini jadi rintangan untuk mengadakan session latihan di atas lapangan dengan cara langsung,

kami memiliki komitmen untuk selalu cari langkah baru untuk menyertakan beberapa pelatih serta guru-guru

untuk usaha untuk meningkatkan olahraga basket di Indonesia,” lebih Jim Wong.

Epidemi ini memberi efek luas pada beberapa faktor kehidupan beberapa orang. Tetapi, NBA masih memberi training serta beberapa cara baru

buat guru-guru olahraga untuk mengajari beberapa dasar bola basket ke semua remaja Indonesia pada keadaan semacam ini.

Guru yang berminat untuk ikuti program ini, bisa terhubung materi evaluasi di situs resmi www.jrnbaasia.com atau mengambil aplikasi Jr. NBA Coach pada Google Play Store serta Apps Store.

Untuk info lebih lanjut mengenai Jr. NBA Asia, turuti kami di Facebook (@JrNBAIndonesia) serta Instagram (@jrnbaasia).

Los Angeles Lakers salah satu team dengan pertahanan paling baik di NBA. Itu diperlihatkan LeBron James di Game 4 final Daerah Barat, ini hari, Kamis 24 September waktu ditempat. James menjelaskan jika dianya yang jaga Jamal Murray di kuarter ke-4.

“Saya akan jaga Jamal Murray,” kata James, bercerita mengenai keadaan di bench Lakers sebelum kuarter ke-4 diawali.

Jamal Murray sudah jadi monster point paling beresiko di waktu susah. Dalam Game 3, Nuggets meluncur 10-1 untuk tutup permainan dengan kemenangan atas Lakers. Murray cetak 10 point itu. Ia masukkan dua shooting tripoin, termasuk juga shooting kemenangan Nuggets.

Sama dengan di game awalnya, Murray mulai menghangat lagi di kuarter ke-4 di laga ke-4 malam hari ini

LeBron James juga tidak ingin ambil efek. Ia sendiri yang turun tangan. James memberitahu rekanan satu teamnya jika ia jaga Murray serta ambil peranan di pertahanan. Gagasannya berasil, sebab hentikan Murray, membuat Lakers kalah menang 114-108.

Saat interviu selesai laga, James membetulkan jika dianya yang minta ke Frank Vogel untuk bikin dianya dapat berjumpa dengan Murray.

Lakers saat ini unggul 3-1 dari Nuggets. Sesudah Nuggets ambil Game 3, Lakers lihat ada kekurangan yang perlu diperbarui khususnya rebound. Pada Game 4, Lakers unggul rebound dengan 44-33, serta menaklukkan Nuggets dalam offensive rebound (12-6). Pertahanan bagus, di laga ke-4 membuat 12 blok serta sembilan steal.

Game 5 berjalan di hari Sabtu, 26 September waktu Amerika Serikat.

Chicago Bulls membuat ketetapan yang mendapatkan banyak suport pencinta NBA sesudah mengusung bekas Kepala Pelatih Oklahoma City Thunder, Billy Donovan, untuk kepala pelatih mereka. Billy dipercaya banyak faksi mempunyai kemampuan baik untuk seorang pelatih dan tutor kehidupan untuk beberapa pemainnya. Di lain sisi, Billy yang sempat mengatasi team universitas eksper pimpin team dengan sebagian besar pemain umur muda seperti Bulls.

Bulls yang sekarang sedang mengadakan latihan bersama-sama di sarana latihan mereka nampak benar-benar positif dengan keadaan mereka saat ini. Ini cukup kebalikannya saat Jim Boylen masih mengatasi team dimana banyak friksi di semua bagian team. Lihat ini, dikutip account twitter sah team, Billy telah mempunyai langkah awal yang akan dia kerjakan dalam pimpin Bulls.

“Hal pertama yang akan saya kerjakan ialah lihat video beberapa pemain sebanyaknya,” membuka pelatih yang dikontrak empat tahun sebesar AS$24 juta ini. “Saya akan langsung bicara dengan beberapa pemain, dengarkan apa kemauan mereka, bagaimana mereka ingin berperanan dalam team. Langkah bermain semacam apa yang membuat mereka efisien, bagaimana saya dapat manfaatkan ketangkasan mereka serta lantas disana saya dapat membuat pola permainan,” tutupnya.

Presiden Bulls, Arturas Karnisovas diberitakan telah bicara langsung dengan Billy tentang formasi pemain

Di lain sisi, Karnisovas yakin jika tim muda yang dipunyai Bulls berpotensi yang mengagumkan serta dengan yang mereka perlihatkan dalam tahun-tahun ini, tim ini dapat bicara banyak.

Ini menyaratkan jika Karnisovas mengharap Billy tidak minta banyak perkembangan di tim pokok Bulls buat melalui musim 2020-2021. Musim ini, Bulls benar-benar tergantung ke garda mereka Zach LaVine. Beruntungnya, Zach memperlihatkan kenaikan permainan yang mengagumkan. Zach mendapatkan pertolongan yang cukup dari ruki, Coby White serta pemain tahun ke-2, Wendell Carter Jr.

Satu permasalahan yang perlu dituntaskan Billy ialah Lauri Markkanen. Masuk musim ke-3nya, Lauri malah alami pengurangan permainan karena taktik yang tidak terkenal dari Boylen. Billy harus putuskan apakah yang ingin dia kerjakan pada pemain

dari Finlandia ini mengingat kekuatan Markkanen yang dipercaya dapat menyamakan Kristaps Porzingis.

Final Daerah Timur telah berlalu tiga game dengan score (2-1) untuk Miami Heat. Tiga game itu mempunyai banyak persamaan. Boston Celtics tetap menguasai diawalnya game serta pada akhirnya sukses jaga keunggulan sampai akhir di game 3. Sedang Miami Heat tampil kompak waktu bertahan, intinya di paruh ke-2 yang membuat Celtics seakan kehabisan akal untuk menggempur.

Dalam tiga game itu, satu nama dapat disebut tampil menarik perhatian serta dia ialah Bam Adebayo. Di dua game paling akhir, Bam tetap cetak dobel-dobel. Dengan jadi salah satu senter murni yang sangat lama di atas lapangan, Bam manfaatkan situasi itu dengan mengantongi rebound sebanyak-banyaknya. Sesaat di game pembuka, kita ketahui semua Bam jadi pahlawan kemenangan dengan blok super di penambahan waktu.

Kedahsyatan Bam di tiga game final Daerah Timur ini bukan hanya disaksikan oleh beberapa pencinta NBA saja

Kepala Pelatih Celtics, Brad Stevens, ikut mengaku kedahsyatan Bam. Saat interviu virtual paling baru yang menghadapkan Brad dengan mass media, pelatih 43 tahun itu mengutarakan pandangannya atas performa Bam.

“Bam betul-betul pemain yang paling susah dijaga,” membuka Brad. “Dia memberi beberapa pilihan untuk Heat dalam menggempur musuh. Dia tetap membuat beberapa pemain bertahan menanyakan apa dia harus bertahan jaga Bam atau jaga penembak tepat Heat. Bam dapat tiba lakukan screen dengan cepat sekali. Dia dan Kelly Olynyk sangatlah baik dalam skema handoff dan lakukan fake. Ini benar-benar mempersulit musuh,” tutupnya.

Dalam tiga game ini, Bam mencatatkan rataan 22,0 point, 10,7 rebound, serta 4,7 asis per game semasa 38,6 menit bermain. Dia mempunyai ketepatan keseluruhnya di angka 59,5 %. Hebatnya lagi, walau posisinya senter konservatif, Bam mempunyai ketepatan shooting gratis yang cukup, 72,7 %. Ini membuat pelanggaran juga bukan pilihan yang bagus untuk hentikan Bam.

Di game 3 lantas, Bam cetak 27 point, 16 rebound, 3 steal, serta 2 blok. Catatan yang memperlihatkan jika Celtics memanglah belum mendapatkan jawaban untuk hentikan Bam. Apabila ingin kembali lagi mencetak kemenangan di game 4, rasa-rasanya Celtics dapat mengawali usaha mereka dengan hentikan pergerakan Bam Adebayo.