Aremania Memandang Shopee Liga 1 2020 Tanpa ada Pemirsa Kurang Bermanfaat

Posted on

Jakarta – Barisan supporter Arema FC, Aremania, memberi komentar ketetapan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang larang laga kelanjutan Shopee Liga 1 2020 didatangi pemirsa. Menurutnya, pertandingan akan berjalan kurang menarik serta banyak pihak yang diruugikan dengan cara materi.

PT LIB putuskan jika Liga 1 diadakan pada 1 Oktober serta tanpa ada pemirsa. Epidemi virus corona jadi alasan bila semua tribun stadion harus dikosongkan selama kelanjutan pertandingan.

Ketetapan ini membuat club tidak bisa penghasilan dari ticketing. Selain itu, supporter tidak dapat merasai atmosfer memberikan suport langsung di stadion.

Aremania, panggilan fans Arema FC mengaku. Beberapa dapat terima, tetapi cukup banyak juga yang sayangkan.

Achmad Ghozali, koordinator Aremania daerah Klayatan memandang, tidak hanya supporter saja yang kehilangan ‘penghidupan’ berbentuk selingan. Beberapa orang yang gantungkan kehidupan melalui ada pertandingan sepak bola terkena dampaknya.

“Harusnya dipikir semakin masak sebelum memutuskan tanpa ada pemirsa. Sebab dampaknya besar sekali. Aremania kehilangan selingan, pedagang kaki lima kehilangan pendapatan. Begitupun dengan tukang parkir serta seseorang yang bisa penghasilan waktu ada pertandingan,” kata Achmad Ghozali.

Ia memberikan tambahan, harusnya dicoba dahulu dengan pemirsa yang dibatasi setengah atau 30 % dari kemampuan stadion. Karena menurut dia, PSSI serta PT LIB jadi punyai PR yang semakin besar lagi.

“Dengan ketetapan Liga 1 diadakan tanpa ada pemirsa, ada pekerjaan berat yang malah harus digerakkan PSSI atau PT LIB. Mereka harus lakukan publikasi yang dapat diterima semua supporter,” tuturnya lagi.

“Tidak cuma Aremania saja. Bila publikasinya tidak mengena, supporter tetap tiba ke ruang stadion untuk memberi suport walau di luar,” sambungnya.

Tidak Akan Menarik

Sesaat dari sisi jalannya pertandingan, Achmad meramalkan Liga 1 tidak menarik lagi bila tanpa ada pemirsa. Sebab pemain yang berlaga di atas lapangan tidak bisa lecutan semangat dari supporter seperti umumnya.

“Saya pikirkan tidak menarik lagi kelanjutan pertandingan. Pemain tidak punyai semangat semakin. Supporter yang umumnya memberikan suport langsung tidak lagi dirasa. Kami yang lihat di televise kelak akan merasai ada yang kurang greget,” tegas ia.

Aremania pernah merasai tidak dapat memberikan suport langsung di tahun 2018 yang lalu. Saat itu Arema disanksi dalam 5 laga kandang paling akhir sebab keonaran waktu menantang Persebaya Surabaya. Walau dilarang, beberapa ribu fans fanatik Singo Gila masih menyanyi di luar lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *