Malang – Winger Arema FC, Dendi Santoso punyai kegiatan rutin baru. Ia mulai rajin berkunjung ke beberapa legenda Arema.

Kecuali bersilaturahmi, ia mengepak lawatan itu untuk content di kanal YouTubenya. Ini langkah yang lain dari beberapa pemain Arema lain yang jadi YoTuber. Pemain lain semakin banyak membahas mengenai keluarga atau interviu dengan pemain lain yang masih tetap aktif.

Dua bulan paling akhir, Dendi telah singgah ke rumah Nanang Supriyadi, Joko Susilo, Kuncoro serta Yanuar ‘Begal’ Hermansyah. Beberapa nama itu adalah pemain Arema masa 1980-90an.

“Kecuali bersilaturahmi, saya angkat topik si legenda agar semua beberapa anak muda tahu mengenai beberapa pemain Arema yang dahulu,” kata pemain 30 tahun ini.

Tidak semua Aremania tahu semacam apa narasi beberapa legenda itu waktu bela Arema. Dalam kanal youtubenya, Dendi memberi beberapa pertanyaan untuk membahas perjalanan karier beberapa legenda itu.

Dendi kupas narasi bagian lain, salah satunya Nanang Supriyadi yang menampik penawaran mengundang selera dari club lain tahun 90-an sebab ingin bertahan di Arema untuk keluarga serta supporter.

“Kemungkinan dari narasi perjuangan mereka kami semua dapat bertambah semangat,” kata Dendi.

Disamping itu, Dendi minta input pada beberapa legenda itu untuk kariernya. Sekarang ini, Dendi jadi pemain terlama yang bertahan di team Singo Gila. Posisinya untuk one man klub serta datang dari Akademi Arema.

Dendi berupaya cari legenda-legenda lain Arema yang telah menyebar di beberapa wilayah. Tetapi untuk sekarang ini, ia memprioritaskan bekas pemain yang tinggal di Malang.

“Insya Allah semua legenda Arema setelah itu saya bersilaturahmi. Tetapi sebab epidemi virus corona, kita utamakan yang seputar sini (Malang). Kemungkinan selanjutnya berjumpa legenda I Putu Gede (bekas kapten Arema),” tegasnya.

Manchester – Manager Manchester City, Josep Guardiola mengaku jika teamnya akan kesusahan untuk konsentrasi di tersisa laga Premier League musim ini.

Tengah minggu tempo hari, Manchester City menyerah 1-2 dari tuan-rumah Chelsea yang membuat Liverpool pastikan titel juara Premier League musim ini.

Manchester City menebusnya dengan kemenangan 2-0 di tempat Newcastle dalam pertandingan perempat final Piala FA, Senin (29/6/2020) pagi hari barusan.

Kemenangan atas Newcastle membuat City memiliki hak maju ke semi-final untuk melawan Arsenal. Guardiola juga mengaku teamnya akan semakin konsentrasi menjemput pertandingan ini daripada Premier League.

“Sesudah kekalahan di London atas Chelsea, tentunya saat ini kami sedikit kesusahan untuk konsentrasi di Premier League,” tutur Guardiola seperti diambil Goal International.

“Kami bermain untuk maju ke Liga Champions, belum usai tetapi kami telah dekat, kami memerlukan dua kemenangan lagi,” sambungnya.

“Tetapi, tentunya, saat ini Piala FA serta Liga Champions sedikit tidak sama sebab bukti jika kami bermain di Wembley lagi, musim kemarin kami jadi juara, sekarang kami ada di semi-final lagi serta itu sangatlah baik. Lalu kami menyiapkan akhir musim menantang Madrid,” tegasnya.

Kemenangan atas Newcastle

Manchester City memang direncanakan melayani Real Madrid dalam pertandingan putaran kedua set 16 besar
Liga Champions pada awal Agustus akan datang.

Kemenangan atas Newcastle Selanjutnya, Guardiola mengaku jika teamnya pernah kesulitan untuk membuka pertahanan Newcastle yang tampil benar-benar rapat.

“Pertama kali kami maju ke semi-final, tidak gampang untuk menggempur team yang beknya bermain benar-benar, benar-benar dalam,” papar Guardiola.

“Performa kami kompak, Kami melepaskan beberapa kesempatan serta kami suka dapat kembali pada London, ke Wembley,” pungkasnya.

Sumber: Goal International

Jakarta – Bekas penyerang Juventus, Carlos Tevez, mengutarakan kemauannya untuk kembali pada Premier League. Tetapi, bukan Manchester United yang akan jadi dermaga profesinya, tetapi team pertama kalinya di Inggris, West Ham United.

Semasa meniti karier di Premier League, Carlos Tevez bermain di tiga club. Kecuali West Ham serta Manchester United, penyerang asal Argentina itu pernah bela Manchester City.

Masuk umur 36 tahun, Tevez belum berkemauan untuk pensiun. Dia serta mengungkapkan tujuannya untuk meluangkan diri meniti karier satu kali lagi di Premier League sebelum menggantung sepatu.

“Bila saya dapat kembali pada Eropa, saya ingin bermain untuk West Ham, enam bulan saja tidak apa-apa,” kata Tevez pada Radio La Red diambil Daily Mirror.

Tetapi, bila kemauannya kembali pada Premier League gagal, dia punyai gagasan lain. Yaitu bermain di Corinthians.

“Jika tidak dapat saya ingin bermain di Corinthians, enam bulan. Saya tidak dapat menjelaskan tidak, jika ada kesempatan pasti saya coba,” katanya lagi.

Carlos Tevez adalah simbol West Ham United. Gol satu-satunya ke gawang Manchester United pada pertandingan terakhir Premier League 2006-2007 selamatkan team London Timur itu dari kemunduran.

Sumbangkan Semua Upahnya di Boca Juniors

Sedianya kontrak Carlos Tevez bersama-sama Boca Juniors akan habis pada 30 Juni esok. Tetapi, upahnya semasa enam bulan dalam kontrak barunta akan dia sumbangkan untuk kebutuhan amal.

“Sampai hari itu, saya tetap jadi pemain Boca Juniors. Saya ingin bermain satu kali lagi di Copa Libertadores.
Saya tidak paham apakah yang akan berlangsung semasa masih ada epidemi corona,
tetapi yang pasti saya masih ingin bermain,” kata Tevez.

“Saya terima proposal Boca tanpa ada permasalahan. Ada banyak perkembangan, tetapi tidak apa-apa. Intinya upah saya semuanya akan masuk yayasan amal. Kontrak saya enam bulan. Kemudian kita akan saling melihat apakah yang akan berlangsung,” katanya lagi.

Sumber: Football Italia, Caughtoffside

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts benar-benar memberikan dukungan Tim nasional Indonesia untuk hadapi Piala Dunia U-20 2021. Pelatih dari Belanda ingin menolong Tim nasional Indonesia sebab mempunyai pengalaman waktu di Korea Selatan.

“Saya berada di tempat memberikan dukungan Tim nasional Indonesia untuk lakukan persiapan hadapi Piala Dunia U-20. Saya ingin menolong tim nasional lewat pengalaman saya saat kerja di Korea Selatan waktu Piala Dunia 2002,” papar Robert Albert waktu dikontak Jumat (26/6/2020).

Robert menjelaskan, waktu Liga stop, pemain dapat berkosentrasi di Tim nasional Indonesia.

“Saya pikirkan kami hadapi keadaan yang seperti, kami ketahui Piala Dunia akan dimainkan pada Mei-Juni tahun kedepan di Indonesia serta jadi keuntungan buat pemain untuk lakukan pemfokusan latihan sebanyak-banyaknya,” kata Robert.

Robert bagikan pengalamannya jadi Direktur Tehnik Tim nasional Malaysia. Pada eranya, Malaysia seringkali bawa team ke luar negeri untuk beruji coba buat menghitung kemampuan.

“Waktu itu kami belum pernah berlaga menantang club, tetapi berlaga menantang tim nasional yang lain hingga dapat memperbandingkan standard team yang kami perlukan,” jelas pelatih berumur 65 tahun ini.

Bicara Kompetisi

Tidak itu saja, bekas pelatih PSM Makassar ini juga sempat kerja untuk pelatih tim nasional
junior Korea Selatan, sehigga tahu apa keperluan team untuk dapat berkompetisi di Piala Dunia.

“Saya sempat juga menyiapkan tim nasional Korea U-19 untuk kejuaraan penting. Jadi saya ketahui, memaksa pemain
untuk bermain di liga bukan jalan keluar yang bagus, justru akan hentikan perubahan pemain sebab mereka justru dapat hilang keyakinan diri,” papar Robert.

Karenanya, sambung Robert, dia merekomendasikan Tim nasional Indonesia banyak lakukan eksperimen dengan team-team yang kuat.

Sleman – Wawasan mengoptimalkan kekuatan pemain muda di Shopee Liga 1, mendapatkan tanggapan positif dari pemain asing. Bek PSS Sleman asal Australia, Aaron Evans, memberikan dukungan bila pemain dengan umur di bawah 20 tahun perlu diberi jam terbang oleh semasing team.

Wawasan kebijaksanaan peraturan masalah pemain muda itu sedang direncanakan oleh PSSI. Ketentuan itu disediakan untuk menyiapkan Tim nasional Indonesia U-19 yang akan tampil di Piala AFC U-19 2020 serta acara Piala Dunia U-20 2021.

“Saya pikirkan hal yang benar-benar fenomenal. Memberi peluang buat pemain muda mendapatkan banyak pengalaman. Jadikan peluang mereka untuk belajar dari pemain yang semakin senior,” papar bekas pemain PSM Makassar.

Menurut dia, pemain muda akan terbantu bila punyai menit bermain yang cukup di level pertandingan yang penuh kompetisi. Ditambah untuk bekal waktu saat pemain ikuti Piala Asia U-19 2020 serta Piala Dunia U-20 2021.

“Mereka akan berasa semakin enjoy, nyaman, serta yakin diri sebab terus berlatih dengan pemain yang telah masak. Dalam laga sah, mereka memperoleh pengalaman bernilai,” tutur bek PSS Sleman itu.

Dapat Berefek Positif

Aaron Evans memberikan tambahan langkah serta usaha yang dilaksanakan PSSI akan berefek positif. Menurut dia, banyak keuntungan yang dapat diperoleh, khususnya membuat fisik serta mental berlaga yang baik buat pemain muda.

“Saya yakin hasilnya akan baik untuk perubahan dengan cara individu, baik dengan cara mental atau fisik mereka,” tuturnya.

Surabaya – Bek Persebaya Surabaya, Abu Rizal Maulana, mulai tingkatkan bagian latihan. Kenaikan itu dilakukan untuk menyiapkan diri menyongsong pertandingan Liga 1 2020 yang akan kembali lagi berguling.

Awalnya, PSSI telah putuskan untuk meneruskan pertandingan Shopee Liga 1 2020. Tetapi, asosiasi sepak bola Indonesia itu belum tentukan apa diadakan September atau Oktober.

“Saya telah tingkatkan bagian latihan, telah 3 hari,” kata pemain yang dekat dipanggil Rodeg itu, Rabu (24/6/2020).

Menurut Rodeg, umumnya tiap hari ia berlatih semasa 60 menit. Tetapi, semenjak ada informasi dari PSSI, waktu latihannya makin bertambah jadi 80 menit.

Semuanya tidak terlepas dari kemauannya supaya tidak ketinggalan jauh saat kembali lagi berlatih bersama-sama Persebaya Surabaya dalam persiapan ke arah kelanjutan Liga 1 2020.

Berlatih Pagi serta Sore

Rodeg berasa perlu meningkatkan bagian latihan sebab menganggap alami pengurangan situasi fisik sesudah pertandingan lumayan lama vakum. Perlahan-lahan, pemain bertahan Persebaya Surabaya itu coba meningkatkannya.

Sesaat program latihannya juga bermacam. Rodeg membaginya jadi dua session, yaitu pada sore dan pagi hari.

“Jika pagi naik sepeda, lanjut jogging, terus penguatan, sit up, serta push up. Sore hari umumnya memakai bola,” ujarnya.

Sumber: Bola.net

Jakarta PSIS Semarang sempat mempunyai tim hebat atau dapat disebutkan The Dream Tim waktu melalui Liga Indonesia 2005. Team Mahesa Jenar tempati rangking ke-3 pada musim itu.

Kecuali mempunyai deretan pemain hebat termasuk juga duet Tango, Emanuel De Porras serta Gustavo Hernan Ortiz, publik PSIS tidak akan lupakan figur pemain Indonesia penuh bakat, Harry Salisbury.

Pria kelahiran Jakarta, 15 April 1977, itu jadi figur pujaan buat Panser Biru semasa musim 2005 sampai 2008. Tempatnya untuk bek kiri di PSIS benar-benar susah terpindahkan.

Dia dihadirkan dari Persijatim Solo FC pada 2004, bersamaan bekas timnya geser ke Palembang. Harry Salisbury dikenal juga mempunyai kekuatan sepakan bebas mematikan.

Sejumlah besar golnya lahir dari eksekusi sepakan bebas kaki kiri. Dengan kenakan nomor punggung ciri khas kepunyaannya yaitu 17, Harry Salisbury dikagumi publik PSIS, khususnya kepiawaian lakukan sepakan bebas.

Kesempatan ini Bola.com, menyediakan penjelasan menarik mengenai pesona Harry Salisbury yang sempat jadi magnet di team PSIS. Dia banyak menceritakan tentang tiga musim yang mengagumkan bersama-sama PSIS dan bukti cintanya untuk club kebanggaan wong Semarang.

Masak di Persijatim Solo

Nama Harry Salisbury mulai diketahui publik Solo, ketika team yang dibelanya pindah dari Jakarta ke Kota Bengawan yaitu Persijatim. Dianya turut jadi sisi The Young Guns Persijatim Solo FC musim 2002 sampai 2004.

Dia bersama-sama beberapa rekannya seperti Maman Abdurahman, Eka Ramdani, Tony Sucipto, sampai Ismed Sofyan, jadi pujaan publik sepak bola Solo, sesudah ditinggal club Pelita. Aksi Persijatim saat itu cukup moncer khususnya pada tahun pertama.

Di tahun ke-2, Persijatim Solo FC cuma dapat bertahan di Kota Bengawan semasa 1/2 musim. Mereka pindah ke Palembang sampai akhir musim serta bertukar nama jadi Sriwijaya FC.

Figur Harry Salisbury telah jadi jagoan di Solo. Permainannya disamping kiri baik pertahanan atau menolong serangan, jadi kemampuan tertentu.

“Saya baru pertama merantau keluar wilayah, sebab ada kemauan jadi pemain bola yang hebat. Sampai kesampaian dari mulai akar di Persijatim Solo serta masak di PSIS Semarang,” jelasnya dalam pembicaraan, Senin (22/6/2020).

“Sebetulnya pernah diminta bertahan di Persijatim, sebab 1/2 musim telah main di Palembang. Kebetulan saya kaptennya di tersisa musim itu, jadi semua turut ke Palembang,” papar Harry Salisbury.

Kesayangan untuk PSIS

Sesudah meniti karier dua musim bersama-sama Persijatim, dia dipinang club legenda Jateng yang lain yaitu PSIS Semarang pada 2005.

Di bawah naungan pelatih senior Bambang Nurdiansyah, Harry langsung jadi jagoan di barisan bek kiri. Peranan Harry Salisbury demikian penting disamping kiri.

Bukan hanya jadi titik kemampuan sayap, dianya sering lakukan manuver menolong serangan, selanjutnya turun lagi ke belakang. Hal itu membuat demikian susah terpindahkan.

Hijrahnya Harry Salisbury ke PSIS tidak terlepas dari impak sama-sama partnernya di Persijatim, yakni Modestus Setiawan, yang pilih kembali pada kampung halamannya di Semarang. Modestus sekaligus juga ajak Harry Salisbury serta Maman Abdurahman.

“Modestus yang ajak saya ke Semarang, kebetulan mas Yoyok sudah mengetahui saya mainnya. Gayung bersambut, Mas Yoyok Sukawi (pejabat PSIS) tawarkan kontrak, langsung saya mengambil, diikuti Maman Abdurahman,” tuturnya.

“Setelah dua musim saya di PSIS, penawaran dari team lain tiba, banyak yang tawarkan saya geser. Tetapi saya berasa nyaman saja di Semarang,” papar Harry Salisbury.

Peristiwa Spesial

Harry Salisbury tertera bermain semasa tiga musim bersama-sama PSIS. Masuk pada musim 2005, lalu dia keluar dari PSIS pada musim 2008. Dia masuk dengan Persib Bandung, Persija Jakarta, sampai paling akhir di Persitara Jakarta Utara.

Harry Salisbury diketahui mempunyai kelebihan dalam sepakan kaki kiri, ditambah saat mendapatkan peluang untuk pelaksana eksekusi sepakan bebas. Beberapa gol dari free kick dia hasilkan, dengan kaki kiri sebagai keunggulannya.

“Dari dahulu memang senang memakai kaki kiri, telah jadi rutinitas saja. Tiap ada kesempatan sepakan bebas pemirsa tetap soraki saya untuk yang menyepak bebas,” katanya.

Semasa tiga musim di Semarang, banyak masa lalu manis yang dia peroleh. Beberapa peristiwa spesial yang demikian susah dilupakannya, termasuk juga gol yang sempat dia bikin serta sarat dengan kesan-kesan tertentu.

“Tiga musim di PSIS, paling saya ingat ialah musim pertama main di Jatidiri menantang PSPS Pekanbaru. Kami menang 3-1, serta saya bikin 2 gol melalui sepakan bebas langsung, 1 gol lain jika tidak salah diciptakan Ridwan,” kenangnya.

“Pemirsa saat itu juga seperti jatuh hati dengan saya. Selanjutnya gol sepakan bebas ke gawang PSMS Medan yang mengantar juara ke-3 di Senayan pun tidak kalah terkesan,” tuturnya.

Susah Lupakan PSIS

Sesudah pensiun pada musim 2012, Harry Salisbury akui demikian susah lupakan PSIS Semarang. Walau cuma tiga musim beraksi di kota Lunpia, dia selalu ingat dengan saat-saat bermain di Stadion Jatidiri.

Untuk bukti lain kesenangannya pada PSIS, dia masih aktif ikuti sepak terjang team idola Panser Biru serta Snex itu. Share info mengenai PSIS, sampai merajut komunikasi dengan pengurus club masih dia kerjakan sampai sekarang ini.

“Saya tetap mempublikasikan hal mengenai PSIS, jadi saya tidak dapat lupakan team ini. Supporter yang mengagumkan, dengan manajemen club yang seperti rekan sendiri. Banyak masa lalu saat di PSIS,” lanjut Harry Salisbury.

Dia akui tidak akan lupakan supporter PSIS yang demikian fanatik serta totalitas dalam memberi suport. Baik Panser Biru serta Snex memperoleh pujian serta hati dari Harry Salisbury.

“Supporter PSIS setia sekali, rerata supporter wilayah demikian keseluruhan memberikan dukungan team. Stadion tetap penuh, jadi benar-benar respek sama mereka serta membuat saya terkesan dengan supporter Semarang. Bukan hanya di kandang, di tandang militan memberikan dukungan,” tuturnya lagi.

“Sampai saat ini saya masih ikuti PSIS, komunikasi masih jalan, ada group WhatsApp mantan-mantan pemain PSIS. Aksi PSIS lagi bagus sebetulnya sebelum dipending sebab COVID-19. Semoga masih persisten waktu pertandingan diteruskan kelak,” tuturnya tutup percakapan.

Manchester United hanya dapat bermain seri 1-1 waktu mengunjungi Tottenham Hotspur (20/6/2020) pada pertandingan pertama mereka sesudah tiga bulan interval epidemi virus corona. Hasil itu tidak memberi kepuasan, tetapi minimal ada berita baik.

Berita baik yang disebut ialah kembalinya si pujaan, Paul Pogba. Pemain tengah Prancis itu masuk di set ke-2 serta berperanan langsung pada gol balasan MU.

Gerakan Pogba memaksakan Eric Dier membuat pelanggaran di kotak penalti. Lalu Bruno Fernandes maju untuk algojo serta sukses menyamai posisi.

Pada laga ini juga kali pertamanya fans MU dapat melihat duet Pogba serta Fernandes di baris tengah. Walau belum satu laga penuh, minimal duet ini dapat jadi fakta untuk optimis.

Mengapa begitu? Mencuplik Goal internasional, scroll ke bawah ya

Kedatangan Pogba

Demikian Pogba masuk dalam lapangan Tottenham Hotspur Fase, permainan MU langsung bertambah satu level. Hadirnya di baris tengah memaksakan Spurs mengganti style berman mereka bertambah protektif.

, duet Pogba-Bruno menekan Mourinho untuk mengganti skema jadi 4-2-2-2 untuk menangani duel-duel di baris tengah. Ya, Spurs sampai harus menempatkan empat pemain tengah untuk jaga gerakan dua pemain tengah kreatif punya MU.

Oleh karena itu laga ini dapat jadi contoh prima kenapa Pogba serta Fernandes dapat bermain bersama-sama. Kedua-duanya dapat membuat bek-bek musuh ketakutan.

Jadi Bukti

Memang benar ada saat-saat dimana Ole Gunnar Solskjaer semakin memerlukan duet Fred serta Scott McTominay di baris tengah, tetapi kesusahan paling besar MU musim ini ialah masalah mengoptimalkan perebutan bola untuk membuat kesempatan.

Sebab begitu konsentrasi pada kecepatan, MU jadi meremehkan kreasi. Sebab begitu konsentrasi serbuan balik, MU jadi kesusahan merusak pertahanan musuh. Berikut permasalahan penting yang serta menekan MU untuk datangkan Fernandes di tengah musim.

Saat hadapi tembok protektif yang bermain di daerah mereka sendiri, seperti Spurs akhir minggu lalu, MU jelas memerlukan minimal dua pemain tengah kreatif untuk membuat kesempatan kunci.

Oleh karena itu Pogba serta Fernandes dapat serta dapat bermain bersama-sama di baris tengah. Mereka akan jadi kunci kemenangan MU menantang team-team yang bermain bertahan.

Sumber: Goal

Baris pertahanan masih tersisa permasalahan buat Manchester United. Harry Maguire saja dipandang belum cukup. Graeme Souness memandang Setan Merah memerlukan bek baru seperti Caglar Soyuncu untuk dapat jadi juara.

Baris pertahanan United barusan mendapatkan kritikan keras selesai pertandingan kontra Tottenham. Roy Keane, bekas kapten United, salah satunya yang terus-menerus memperlancar kritikan pada tim racikan Ole Gunnar Solskjaer.

Sebenarnya, pertahanan United cukup bagus. Pada musim 2019/2020 ini, baru 31 gol yang bersarang di gawang United dari 30 pertandingan Premier League. Chelsea telah kecolongan 40 gol dari jumlah pertandingan yang sama.

Hadirnya Harry Maguire, yang berduet dengan Victor Lindelof, tampil lumayan bagus di pertahanan. Aaron Wan-Bissaka serta Luke Shaw juga dapat membuat bagian sayap di pertahanan tampil cukup kompak pada musim 2019/2020.

Masih Ringkih

Tetapi, di mata Graeme Souness, masih ada titik loyo di pertahanan Setan Merah. Ia tidak percaya Victor Lindelof cukup patut menjadi duet Harry Maguire, khususnya periode panjang. United perlu pemain yang lebih bagus.

Luke Shaw mempunyai kualitas di bek kiri, tapi masih dapat membuat dianya semakin lincah serta lebih kejam. Kita harus menanti serta lihat apa Victor Lindelof bisa menjadi partner periode panjang Harry Maguire di bek tengah,” catat Souness di The Times.

“Maguire akan membuat ketidaksamaan besar. Ia bukan Virgil van Dijk, tetapi ia pemain yang baik. Saya pikir Ole Gunnar Solskjaer akan menyaksikannya serta menanyakan ke orang lain serta dirinya.”

“Apa mereka bisa menjadi juara? Apa saya akan juara Premier League atau Liga Champions?,” sebut pria yang disebut legenda Liverpool itu.

Caglar Soyuncu lah Jalan keluarnya

Graeme Souness lalu merekomendasikan United supaya beli satu bek tengah lagi. Ia memandang bek Leicester City, Caglar Soyuncu, ialah figur yang bagus menjadi tandem Harry Maguire. Ia dapat membuat United punyai kesempatan mendapatkan titel juara.

“Saya benar-benar menyenangi Caglar Soyuncu dari Leicester City. Bek tengah Turki berumur 24 tahun itu kuat, cepat serta bagus dalam kuasai bola, tapi yang penting ialah benar-benar serius dalam bertahan.”

Caglar Soyuncu tampil sangatlah baik untuk Leicester pada musim 2019/2020 ini. Berduet dengan Jonny Evans, bekas pemain United, ia membuat Leicester jadi team dengan kecolongan sedikitnya ke-2 di Premier League. The Foxes baru kecolongan 29 gol.

Sumber: The Times